Massa Pendemo Polres Pamekasan Bawa Bambu Runcing

Massa pendemo saat berada di atas mobil kendaraan menuju Polres Pamekasan.

maduraindepth.com – Kepolisian Resort Pamekasan didemo massa dengan membawa bambu runcing, Rabu (22/5). Aksi ini mencuri perhatian publik. Sebab selain bambu runcing, sebagian massa juga membawa batu, dan senjata tajam seperti celurit.

Sebelum aksi digelar, massa pendemo melakukan Salat Dzuhur berjema’ah di Masjid Agung Asy-Syuhada. Setelah itu, peserta aksi langsung menuju markas polisi sambil berjalan kaki.


Dilengkapi bambu runcing, massa pendemo mengunjuk kegigihannya menyampaikan protes. Aparat kepolisian didesak agar bertanggung jawab terhadap korban aksi yang meninggal di Jakarta yang diduga ditembak oknum Brimob.

Pantauan di lokasi, aksi massa tersebut tidak ada yang mengkoordinir. Melainkan murni karena panggilan hati. Mereka menghembuskan kata-kata keadilan. Lantaran pihak kepolisian disebut sudah tidak bersama rakyat.

Baca juga: Pro-Kontra Gerakan People Power di Kalangan Tokoh Madura

“Ini gerakan ummat Islam yang tidak terima dengan sikap polisi karena telah membunuh saudara kami yang ikut aksi di Jakarta,” kata salah satu peserta aksi yang enggan namanya disebutkan.

Massa pendemo ditemui Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo. Ia berjanji akan menyampaikan semua aspirasi ke Polda dan Polri. Utamanya insiden atas meninggalnya peserta aksi tersebut.

“Aspirasi ini akan kami sampaikan secepatnya ke Mabes Polri. Kami minta masyarakat agar tenang,” ujar AKBP Teguh.

Baca juga:  Polres Pamekasan Lakukan Rotasi dan Sertijab

Pasca AKBP Teguh menemui peserta aksi, sebagian oknum massa mengancam akan melempar batu dan kayu. Ancaman tersebut diwujudkan. Setelah satu di antara peserta aksi melemparnya ke pihak polisi. Aksi pun menjadi ricuh.

Untuk membubarkan massa, polisi menembak gas air mata. Pendemo bingung tak karuan. Bahkan memilih meninggalkan lokasi. Polisi berhasil membubarkan peserta demo dan membekuk provokator aksi. (NR/MI)