Lestarikan Bahasa Daerah, Warga Sampang Buka Kelas Bahasa Madura

Kelas Bahasa Madura
Peserta saat mengikuti Kelas Bahasa Madura di Perpusda Kabupaten Sampang. (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Banyak masyarakat di Pulau Garam yang kurang tepat menggunakan bahasa Madura dalam penulisan. Meski tiap hari mereka notabene berkomunikasi menggunakan bahasa Madura, baik yang berupa perbhasan (bahasa halus Madura) atau tidak.

Untuk melestarikan hal itu, dibukalah Kelas Bahasa Madura di Kabupaten Sampang. Ide pembukaan kelas ini dilakukan oleh Damai Ariyanto. Ia merupakan warga Sampang yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan dan Pemasyarakatan Perpustakaan Daerah (Perpusda) setempat.


Damai menyampaikan, Kelas Bahasa Madura ini dibuka untuk umum dan tidak dipungut biaya alias gratis. Program ini dibuka setiap hari Selasa dan Kamis sore.

“Semua orang bisa bergabung dan ini gratis,” ujar Damai kepada maduraindepth.com, Selasa (29/6).

Di kelas ini, peserta diajarkan tentang praktek berkomunikasi menggunakan bahasa Madura. Baik dalam bentuk ucapan maupun tulisan. Menariknya, untuk mempelajarinya para peserta dipandu oleh orang yang benar-benar ahli Bahasa Madura.

Dia mengungkapkan, sejak tahun 1980-an banyak siswa yang belum memahami cara menulis menggunakan bahasa Madura yang baik dan benar. Dan itu, lanjut Damai, berlangsung hingga saat ini.

“Itu memang terbukti, saat hari pertama Kelas Bahasa Madura, banyak peserta baik dari siswa maupun guru bahasa kurang paham. Bahkan ada yang salah saat menulis ejaan bahasa Madura,” ungkapnya.

Baca juga:  Kecelakaan di Desa Bancelok, Warga Sumenep Ini Dilarikan ke RSUD Sampang

Menurutnya ada banyak faktor yang memicu banyaknya masyarakat yang tidak bisa menulis dalam bahasa Madura yang baik dan benar. Diantaranya karena bahasa Madura dianggap kurang trend atau kekinian, khususnya oleh pemuda saat ini.

“Melihat banyaknya pemuda yang merantau ke Jawa, setalah balik ke Madura kebanyakan dari mereka tidak menggunakan bahasa Madura, padahal lawan bicaranya orang Madura,” tandasnya.

Kendati demikian, adanya Kelas Bahasa Madura bukan bermaksud menggantikan sekolah. Namun menurutnya sebagai penunjang masyarakat guna lebih memahami serta lebih mencintai penggunaan bahasa Madura dalam lingkungan hidupnya.

“Proses pembelajarannya bagus, peserta diajarkan cara menulis dan bicara pakai bahasa Madura,” ungkapnya.

Untuk jangka panjang, pihaknya menargetkan para peserta bisa membuat karya dengan menerbitkan buku bahasa Madura yang benar, baik secara ejaan maupun pengucapan.

“Kami ingin nantinya peserta bisa menulis menggunakan bahasa Madura dengan benar, serta hasil dari tulisan itu akan dijadikan buku ajaran,” pungkasnya. (Alim/MH)