Komoditas Tembakau Dinilai Tidak Sesuai BEP

Tembakau Madura
Bupati Baddrut Tamam saat melakukan sidak di salah satu gudang tembakau di Pamekasan beberapa waktu lalu. (Foto: RUK/MI)

maduraindepth.com – Komoditas tembakau di Pamekasan, Madura, Jawa Timur dinilai bermasalah. Pasalnya, nilai beli pabrikan tembakau sewaktu-waktu tidak sesuai dengan break event poin (BEP) yang ditentukan oleh pemerintah, Jumat (25/9).

Muhammad Munir, Ketua paguyuban tembakau Madura mengatakan temuan di bawah banyak pihak pabrikan yang membeli di bawah BEP. Tembakau milik petani dari pihak gudang ada yang dibeli seharga Rp 8 ribu sampai Rp 15 ribu.


“Jadi tembakau hanya mahal pada saat bupati Baddrut Taman sidak ke gudang. Kenyataannya pihak pabrikan banyak yang membeli tembakau di bawah BEP,” ungkap Munir, Jumat (25/9).

Lebih lanjut, pria kelahiran Bujur Tengah, Pamekasan tersebut menyampaikan bahwa ada beberapa gudang seperti PT Sadhana Arifnusa yang dulu dikenal dengan sebutan Shampoerna hanya membeli tembakau mitra milik sendiri. Artinya tidak membeli secara umum seperti gudang yang lain dan itu pun jumlahnya sangat sedikit.

“Ada gudang yang hanya membeli milik kemitraan maka petani bawah yang rugi,” imbuhnya.

Munir, juga menyampaikan bahwa tim pemantau tembakau di gudang tembakau akan diberhentikan di akhir bulan ini. Jadi, menurutnya, jika diberhentikan kemungkinan besar akan berdampak negatif kepada harga, yakni harga tembakau akan semakin murah

Sebelumnya, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, menjelaskan bahwa tembakau yang dibeli pihak pabrikan bervariasi. Harga tembakau melebihi standard BEP.

Baca juga:  Tahun Ini Pemkab Pamekasan Buka Pelatihan WUB, Diikuti 1554 Peserta

BEP atau biaya pokok produksi (BPP) tembakau Kabupaten Pamekasan masa tanam 2020 dibagi 3 kelompok. BEP tembakau sawah Rp 32.708, BEP tembakau tengah (Tegal) Rp 41.499 dan BEP tembakau atas (Gunung) Rp 54.437.

“Harganya sudah melebihi yang terendah. Artinya harganya sudah melebihi BEP,” terang Baddrut Tamam beberapa hari lalu usai sidak di gudang PT Djarum, Rabu (16/9). (RUK/MH)