Kerap Cuaca Buruk, KSOP Klaim Tak Pengaruhi Dunia Pelayaran

BMKG memperkirakan pada puncak musim penghujan berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas rendah hingga lebat disertai angin kencang dan petir.

Cuaca Buruk
Warga berada di dekat KM Sabuk Nusantara 51 ketika bersandar di Pelabuhan Kalianget Sumenep, Ahad (10/1). (FOTO: Badri Stiawan/MI)

maduraindepth.com – Cuaca buruk kerap terjadi beberapa hari terakhir di Kabupaten Sumenep. Meski demikian, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget memastikan untuk sementara kondisi cuaca tidak mengganggu aktivitas penyeberangan di Kota Keris.

Kepala KSOP Kalianget Supriyanto menjelaskan, hingga saat ini tidak ada kendala dalam dunia pelayaran. Meski beberapa kali terjadi cuaca buruk seperti hujan deras disertai angin, menurut dia gelombang laut masih tergolong normal. Sehingga tidak membahayakan bagi pelayaran kapal.


“Sampai saat ini pelayaran masih normal,” ucapnya, Ahad (10/1).

Supriyanto menegaskan, pihaknya tetap memantau perkembangan cuaca terkini melalui pemberitahuan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Apabila terdapat cuaca buruk seperti gelombang tinggi di laut, pihaknya akan menyarankan agar menunda seluruh aktivitas penyeberangan.

Baca juga:

“Tentu. Kalau cuaca tidak memungkinkan, membahayakan, kami akan himbau semua operator perkapalan untuk menunda pelayaran,” kata Supriyanto.

Dia menyebut, saat ini berdasarkan informasi dari BMKG perairan di Kota Keris masih terpantau aman. Akan tetapi, peringatan mengenai puncak musim penghujan pada Januari-Februari 2021 juga menjadi perhatian tersendiri.

Sebab, BMKG memperkirakan pada puncak musim penghujan berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas rendah hingga lebat disertai angin kencang dan petir. “Kami tetap mengikuti himbauan dari BMKG,” tutupnya. (BAD/MH)