Kejari Sumenep Kembalikan Barang Bukti Kasus Korupsi Pasar Pragaan Senilai Rp 699 Juta

Korupsi Padar Pragaan Sumenep
Proses pengembalian uang negara oleh Kejari Sumenep ke Disperindag Sumenep. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Proses hukum kasus korupsi pasar pragaan masih berlanjut. Selasa (16/7), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep melaksanaan eksekusi barang bukti (BB) penyelamatan dan pengembalian keuangan negara sebesar Rp 699.008.000 dalam perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan dan rehabilitasi pasar pragaan Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran (TA) 2014.

Barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan dari tersangka Babur Rahman dan Koko Andriyanto. Oleh Kejari, barang bukti tersebut dikembalikan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep.


“Ini perkara korupsi pembangunan pasar pragaan tahun 2014 yang dilakukan oleh terpidana Babur Rahman dan kawan-kawan,” ungkap Bambang Panca Wahyudi, Kepala Kejari Sumenep.

Bambang menjelaskan, pihaknya sudah menerima putusan majelis hakim untuk mengembalikan uang tersebut kepada Dinas terkait. “Kewajiban bagi kami selaku eksekutor terkait perkara pidana untuk mengeksekusi sesuai dengan petikan salinan putusan majelis hakim. Majelis hakim memerintahkan kepada kami untuk mengembalikan kerugian negara itu. Nilai proyeknya keseluruhan sekitar 2,6 miliar,” jelasnya.

Selain mengembalikan uang, tersangka juga akan menerima hukuman paling lama satu tahun enam bulan. Hanya saja, kata Bambang, pihaknya lebih memprioritaskan penyelamatan uang negara yang sudah dikorupsi oleh kedua tersangka.

“Untuk Babur Rahman ini selalu rekanan kontraktor pelaksana proyek kemudian si Koko Andriyanto ini konsultan pengawas, pidana tuntutannya satu tahun enam bulan putusan satu tahun. Bagi kami selaku jaksa yang terpenting penyelamatan uang negaranya,” katanya.

Baca juga:  Wartawan Diusi