Hadirkan Stakeholder, SKK Migas Jabanusa Gelar Workshop Teknologi dan Pemanfaatan Gas

Workshop skk migas jabanusa teknologi dan pemanfaatan gas
Dari kiri Moderator, Dr Ir Atok Setiyawan, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Bambang Prayoga, Kepala Divisi Operasi dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas - Praktisi LNG, Agoes Sapto Rahardjo, Agung Indri Pramantyo, Direktur strategi dan pengembangan bisnis PT Pertamina Gas, Edin Ahmad Syaripudin, pjs General Manager KKKS JOB Pertamina Medco E&P Simenggaris, Prof Dr Ketut Buda Artana - ITS Surabaya. (Foto: IST)

Keberkahan produksi minyak dan gas bumi (migas) dari kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) di wilayah kerja Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah, saat ini adalah penyumbang produksi minyak bumi nasional terbesar di Indonesia yang mencapai sekitar 30 persen. Produksi gas bumi yang dihasilkan oleh KKKS di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah digunakan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan domestik.

maduraindepth.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyelenggarakan Workshop Teknologi dan Pemanfaatan Gas yang merupakan tindak lanjut dari inisiasi Forum Gas Expo di Tahun 2022. Hal itu juga didengungkan kembali melalui Gas Forum yang telah dilaksanakan bersamaan dengan Kegiatan Pra-Kapnas III pada tanggal 22 – 24 Mei 2023.

Kegiatan workshop yang digelar SKK Migas ini diharapkan dapat mempertemukan stakeholder gas dari produsen gas hulu, gas trader, industri, dan pemerintah daerah. Sekaligus memberikan pemahaman bagi para peserta tentang teknologi terkini pengolahan gas.

Teknologi itu meliputi implementasi teknologi gas, perkiraan potensi gas, kemampuan penyerapan pasar gas, metode konversi dari minyak ke gas dari akademisi, pemanfaatan sampai sistem transportasi gas, sehingga diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan – pemanfaatan baru untuk menjawab tantangan kelebihan gas. Dengan tingkat serapan gas seperti saat ini, maka sampai 10 tahun ke depan gas yang diproduksikan KKKS di Jawa Timur dan Jawa Tengah diperkirakan akan terus over supply.

Baca juga:  Sempat Mau Berhenti Kuliah, Siti Harizah Jadi Magister Terbaik di Malang

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi menjelaskan, realisasi produksi minyak Jabanusa sampai 31 Mei 2023 rata-rata 198.79 ribu BOPD. Angka itu lebih tinggi dari target Work Program & Budgeting 2023 sekitar rata-rata 164.22 ribu BOPD (115.2%).

Sementara untuk realisasi lifting, salur, serapan gas Jabanusa sampai 31 Mei 2023 rata-rata 545.18 MMSCFD, lebih rendah dari target WP&B 2023 sekitar rata-rata 744.5 MMSCFD (75.1%). Padahal potensi kemampuan lifting gas 2023 sekitar 756,57 MMSCFD setelah lapangan JTB onstream (September 2022) dan MDA MDH onstream (November 2022) yang akan diikuti juga onstream-nya lapangan MAC dalam waktu dekat. Keberkahan gas yang belum terserap inilah yang menjadi harapan kita bersama agar dapat terserap dengan optimal.

Sementara itu, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi mengatakan, volume kebutuhan migas masih akan meningkat hingga tahun 2050. Hal itu seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi nasional.

“Gas bumi akan memainkan peran kunci selama transisi energi untuk menjaga keseimbangan keamanan energi yang tepat sekaligus memberikan komitmen yang kredibel untuk transisi energi,” ungkap Kurnia.

Saat ini, lanjut Kurnia, lebih dari 50 persen penemuan cadangan dalam 1 dekade terakhir merupakan lapangan gas, termasuk di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rata-rata 70 persen Plan of Development merupakan pengembangan lapangan gas dan Reserves to Production Gas Indonesia 2 kali lebih besar dibandingkan minyak bumi. Diterangkan, gas merupakan energi yang reliable dan rendah emisi dibandingkan minyak bumi.

Baca juga:  Di Tengah Penyakit Ginjal, Moh. Rosul Ikuti UNBK

Menurut dia, melihat dari profil pembeli gas Indonesia, sejak 2012, pasokan gas untuk pemanfaatan domestik telah melampaui pemanfaatan gas untuk pasar ekspor. Pihaknya meyakini penggunaan gas untuk kebutuhan domestik akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi domestik.

Pemanfaatan gas bumi di Indonesia juga menunjukkan peningkatan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,31 persen pada 2022. Kurnia menyebut, dari total pasokan gas 5.474 BBTUD pada tahun 2022, pasokan untuk pasar dalam negeri mencapai 3.683 BBTUD atau 67 persen dari total pasokan.

“Di sisi lain, sejak tahun 2012, permintaan gas bumi Indonesia mengalami kenaikan rata-rata 1 persen per tahun,” paparnya.

Workshop Teknologi dan Pemanfaatan Gas ini memberikan kesempatan untuk bertukar pikiran dan berkontribusi dalam penguatan industry migas di Indonesia, yang dihadiri sekitar 180 peserta berasal dari Akademisi, Praktisi, Pemerintah Daerah, Pengusaha, BUMN dan BUMD.
Dengan sinergi dan komitmen diharapkan bersama-sama dapat mencapai transformasi menuju tingkat produksi 1 Million Barrel Oil Per Day (BOPD) dan 12 Billion Standard Cubic Feet Gas per Day (SCFD) pada tahun 2030. (*)

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya Di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *