banner 728x90

Ambulans Mini SKK Migas–KEI Perkuat Akses Layanan Kesehatan di Saseel Sumenep

Penyerahan bantuan PPM Kangean Energy Indonesia. (Foto : ist)

maduraindepth.com  — Keterbatasan akses jalan masih menjadi tantangan serius bagi layanan kesehatan di wilayah kepulauan, termasuk di Desa Saseel, Kecamatan Sapeken. Kondisi jalan desa yang sempit dan sulit dilalui kendaraan besar kerap menghambat proses evakuasi pasien, terutama dalam situasi darurat.

Menjawab kebutuhan tersebut, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kangean Energy Indonesia (KEI) menyerahkan satu unit ambulans mini VIAR roda tiga melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Tahun 2025 kepada masyarakat Desa Saseel.

Kehadiran ambulans roda tiga tersebut diharapkan mampu mendekatkan layanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat. Desain kendaraan yang ringkas dinilai sesuai dengan karakteristik geografis desa, sekaligus menjadi solusi efektif bagi wilayah yang belum memungkinkan dilalui ambulans konvensional.

Manager Public Government Affair KEI, Kampoi Naibaho, mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sektor kesehatan. Menurutnya, ambulans roda tiga dirancang untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan.

“Untuk hal ini, kami ingin mendekatkan layanan kesehatan ke tengah masyarakat. Ambulans ini sengaja kami desain roda tiga agar bisa menembus gang-gang kecil, karena sebagian jalan desa membutuhkan kendaraan berukuran kecil,” ujar Kampoi, Rabu (10/12/2025).

Selain unggul dari sisi mobilitas, ambulans VIAR tersebut juga dilengkapi fasilitas pendukung untuk penanganan awal pasien, seperti tabung oksigen yang dapat digunakan selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan rujukan.

Baca juga:  Jasmas PPM 2021 Medco Energi, Enam Program Diusulkan Warga Pulau Mandangin

Kampoi menambahkan, penyaluran ambulans merupakan bagian dari program berkelanjutan. Hingga saat ini, PPM ambulans SKK Migas–KEI telah menjangkau sejumlah wilayah. Di Kecamatan Sapeken, bantuan disalurkan ke Puskesmas Sapeken, Puskesmas Pagerungan, Pustu Pagerungan Kecil, dan Pustu Saseel. Sementara di Kecamatan Raas, bantuan serupa telah diterima masyarakat Desa Brakas.

“Program ini sudah berjalan kurang lebih empat tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Saseel, Syaifullah, mengungkapkan bahwa keberadaan ambulans roda tiga tertutup tersebut sangat membantu tugas tenaga kesehatan, khususnya dalam menangani pasien rujukan dan kondisi darurat.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pustu hanya memiliki ambulans VIAR terbuka tanpa atap sehingga kurang aman bagi pasien. Dengan ambulans tertutup, proses evakuasi kini menjadi lebih layak, aman, dan manusiawi.

“Alhamdulillah, kehadiran KEI sejauh ini sangat bermanfaat. Saat musim hujan, kami sering kesulitan mengantar pasien, terutama pasien persalinan,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Saseel, Taufek. Ia menyebut bantuan tersebut merupakan hasil pembahasan bersama melalui Musyawarah Desa (Musdes) pada awal 2025. Menurutnya, ambulans roda tiga menjadi kebutuhan mendesak bagi wilayah kepulauan dengan akses jalan terbatas.

“Kami melihat kondisi di pulau ini memang sangat membutuhkan ambulans VIAR karena jalannya sempit. Dampak kehadiran KEI sangat terasa, khususnya di sektor kesehatan,” katanya.

Baca juga:  Juara Lomba Karya Jurnalistik, HCML Apresiasi Jurnalis Maduraindepth

Ia berharap ambulans tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan tenaga kesehatan.

“Saya berharap kepada masyarakat dan petugas Pustu agar bantuan ini digunakan sebaik mungkin,” tutupnya. (*/Aj)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *