FPRB Sampang Gelar Pelatihan Dasar untuk Relawan di PP Assirojiyyah Kajuk

FPRB Pelatihan Dasar untuk relawan di Assirojiyyah kajuk
KOMPAK: FPRB Sampang foto bersama Pengasuh PP Assirojiyyah, Kajuk, Ketua PCNU Sampang, BPBD dan para relawan di halaman pesantren, Senin (13/12). (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana ( FPRB) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menggelar kegiatan pelatihan dasar untuk relawan kebencanaan. Pelatihan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren (PP) Assirojiyyah, Kajuk, itu berlangsung selama dua hari mulai 13-14 Desember 2021.

Sejumlah komunitas dan pegiat kebencanaan yang ada di Sampang mengikuti pelatihan tersebut. Diantaranya Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pramuka, Santri Tangguh Bencana PP Assirojiyyah, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), Sekolah Bintang 9, Gerakan Indonesia Sadar Bencana (GRAISENA) dan Pemuda Mandangin.


Ketua FPRB Sampang Moh. Hasan Jailani mengatakan pelatihan ini merupakan salah satu bukti bahwa Sampang tidak diam saja soal isu kebencanaan.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut pihaknya bisa saling bersinergi dengan banyak pihak. Sehingga tidak ada anggapan relawan yang merasa paling menjaga.

“Karena kalau merasa relawan maka harus bersama dengan lainnya,” ujar pria yang karib disapa Tretan Mamak di PP Assirojiyyah, Kajuk, Kelurahan Rongtengah, Senin (13/12).

FPRB Sampang
Petugas saat simulasi memadamkan api di halaman PP Assirojiyyah, Kajuk, Senin (13/12). (FOTO: Alimuddin/MI)

Tretan Mamak menyampaikan, pihaknya berkomitmen dengan instansi kebencanaan mengawal isu-isu kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Sampang.

“Bencana tidak akan pernah habis, kita harus bersama menyiapkan mental dan tenaga mulai dari pra, saat dan pasca bencana tiba,” ungkapnya.

Kata Tretan Mamak, peserta yang ikut pelatihan tersebut akan dicetak menjadi relawan tangguh bencana. Mulai dari teori hingga praktik di lapangan.