Fattah Jasin Mantapkan Niat Maju Pilkada Sumenep 2020

0
54
Fattah Jasin
Fattah Jasin usai mengembalikan form pendaftaran Desk Pilbup Sumenep di Kantor PPP. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Nama Fattah Jasin seakan meroket. Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Timur (Jatim) ini mantap niatkan dirinya maju ke Pemilihan Bupati (Pilbup) Sumenep 23 September 2020 mendatang.

Fattah Jasin atau biasa dipanggil Gus Acing adalah putra asli daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dia lahir pada tanggal 25 April 1962 di Jalan Irama No 4, Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota.

Sudah 30 tahun lebih Gus Acing menjadi seorang birokrat. Berawal pada tahun 1987 dia memulai karirnya sebagai staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim. Dilanjutkan ada tahun 2014 dia mengemban amanah sebagai Kepala Bappeda Provinsi Jatim.

Selama di Bappeda, Gus Acing membantu Gubernur Jatim dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi sebagai program pembangunan di Jatim. Mulai dari jembatan Suramadu, jalur lintas selatan Jatim, hingga pasar Agrobisnis Jatim Jemundo Sidoarjo.

Dibawah kepemimpinannya di Bappeda, provinsi Jatim memperoleh penghargaan Pangripta Nusantara sebagai salah satu provinsi dengan dokumen perencanaan terbaik tingkat nasional.

Dengan dedikasi yang luar biasa, Gus Acing dipercaya oleh tiga Gubernur Jatim berturut-turut, mulai dari Gubernur Imam Utomo, Gubernur Soekarwo, dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, untuk menduduki berbagai posisi penting pemerintahan. Mulai dari Kepala Biro Administrasi dan Perekonomian, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), Kepala Bappeda, hingga Pj Bupati Pamekasan.

Saat ini, Gus Acing dipercaya menjadi Kepala Bakorwil area Madura di Kabupaten Pamekasan, usai menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Jatim. Berbagai prestasi yang diraih Provinsi Jatim tidak lepas dari tangan dinginnya.

Lahir dilingkungan keluarga besar keraton Sumenep, dari pasangan Drs. H. R.P. Moh Taha dan RA Kunti Imamiyah, Gus Acing dididik dan dibesarkan dalam kultur Madura Nahdliyyin yang kuat. Pengalamannya hidup diberbagai kota besar seperti Malang, Jember, Surabaya, Kuala Lumpur, hingga Brisbane (Australia), membentuk Gus Acing menjadi sosok yang terbuka menyikapi berbagai perbedaan.

“Saya kira setiap orang punya karakteristik tersendiri. Saya ingin mensejahterakan masyarakat Sumenep, ingin mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Ingin meratakan disparitas wilayah, meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkap dia pada maduraindepth, usai mengembalikan form pendaftaran Pilbud di DPC-PPP, Selasa (21/1).

Kepedulian Fattah Jasin terhadap pembangunan ekonomi masyarakat Sumenep terlebih di kepulauan tidak diragukan lagi. Untuk memudahkan mobilisasi barang dan jasa masyarakat kepulauan di Sumenep, dia menginisiasi bantuan pembelian kapal DBS senilai Rp 25 miliar dan mensubsidi ongkos angkut kapal (Penumpang dan barang) sebesar Rp 30 miliar.

“Tahun 2000, saya pernah bangun irigasi di Kepulauan Kangean, dari 500 hektar sawah waktu saya di Bappeda. Saya memberikan kapal, ada uang Rp 25 miliar yang diberikan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Sumenep dan Kepulauan. Di Perhubungan saya alokasikan dana Rp 30 miliar untuk bantuan ongkos angkut kapal perintisan dari delapan jalur,” urai dia.

Selain itu, saat memimpin Disperindag dan Dinas Koperasi UMKM Jatim, dia menjalin kerjasama dengan berbagai pondok pesantren untuk peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kini, usai mendapatkan restu dari para ulama dan kiyai di Sumenep, dia mengusung visi Sumenep Barokah, Memakmurkan Desa, Meratakan Pembangunan. Tak luput dengan jargon yang dibawanya yakni Ngatase Asareng Ulama.

“Ikhtiar penuh saya di PPP dan PKB, di Sumenep banyak warga Nahdliyin, apalagi saya orang NU, jadi rasanya cocok kepada batin saya,”katanya.

Setelah sebelumnya mendaftar melalui Desk Pilbub di kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC-PKB), saat ini jalur DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga diambilnya.

Hari ini, Fattah Jasin resmi mengembalikan formulir pendaftaran ke Desk Pilbup kantor DPC-PPP. Sosok figur Fattah Jasin yang asli keturunan Sumenep ini telah lama berkiprah di birokrasi Jawa Timur, saat ini dia berkata ‘Saatnya Pulang Ke Sumenep’.

“Sumenep barokah itu adalah cita-cita saya, visi misi saya, bagaimana hari waktunya kembali kepada tanah kelahiran,” optimisnya bakal dapat rekomendasi dari PPP.

Sementara, formulasi kursi di parlemen, diketahui PKB Sumenep memiliki 10 kursi, sedangkan PPP Sumenep memiliki 7 kursi. Jika dua partai besar ini berkoalisi, maka hitungan secara matematik hasilnya akan maksimal.

“Insya Allah, jika dua partai Islam ini berkoalisi, hasilnya akan maksimal,” tandasnya. (MR/AJ)