Dinsos Sampang Sebut Pendataan Warga Miskin Bermuara di Kades

0
143
Warga Miskin Sampang
Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Sampang. (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Dinas Sosial (Dinsos) Sampang meminta PJ Kepala Desa Banjar Tabulu, Kecamatan Camplong segera mengajukan warga miskin yang belum menerima bantuan sosial (Bansos). Hal ini berkaitan dengan temuan Bupati Sampang beberapa waktu lalu soal adanya warga miskin yang tidak terdata sebagai penerima Bansos.

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Sampang, M. Nasrul mengatakan, pengajuan tersebut diprioritaskan bagi warga miskin yang masuk dalam klaster III. Yakni warga yang tidak menerima BPNT, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan atau bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Dijelaskannya, jika warga miskin yang belum terverikasi itu hanya satu orang saja, maka segera diusulkan ke Dinsos Sampang tanpa melalui Musyarawarah Desa (Musdes) Khusus. Namun apabila nama-nama yang diusulkan berlaku secara global, hendaknya dilakukan Musdes.

“Kami akan segera menindaklanjuti,” katanya kepada maduraindepth.com, Senin (4/5).

Lebih jauh Nasrul mengatakan, berdasarkan alur pendataan warga miskin, pihaknya memiliki mekanisme dalam melakukan verifikasi warga miskin di Kabupaten Sampang. Yakni, dalam pendataan tersebut bermuara pada Kepala Desa (Kades) berdasarkan hasil Musdes khusus.

Kemudian data yang diajukan Kades tersebut akan dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Nasrul menjelaskan, data yang dimasukkan dalam SIKS-NG sudah by sistem. Sehingga data warga miskin tersebut akan muncul masuk dalam klaster berapa.

Kata Nasrul, jika masuk diklaster empat maka orang tersebut berhak mendapatkan semua fasilitas bantuan. Baik itu BPNT, PKH, KIP, KIS, maupun BPJKN.

“Pada intinya, jikalau orang tersebut sangat miskin maka masuk di klaster paling bawah, yakni klaster ke 4,” pungkasnya. (RIF/MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here