Desa Bancelok Juara Terbaik Kampung Tangguh, Taufiq: Siang dan Malam Kita Bekerja

Bancelok Kampung Tangguh
Kepal Desa Bancelok Moh. Taufiqurrahman, M.Pd.I di ruang kerjanya. (Foto: MH/MI)

maduraindepth.com – Desa Bancelok Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang menjadi juara pertama Kampung Tangguh. Lomba yang diselenggarakan oleh Polres Sampang ini diikuti oleh 180 desa dan 6 kelurahan se-Kota Bahari.

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo S dan diterima oleh Kepala Desa (Kades) Bancelok Moh. Taufiqurrahman. Prosesi penyerahan piagam penghargaan disaksikan oleh Forkopimda dan Kepala OPD.


Penghargaan diberikan pada Rabu (1/7) kemarin saat tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-74 bertempat di halaman Polres Sampang.

Kades Bancelok Moh. Taufiqurrahman mengatakan, pihaknya tidak menyangka jika desa yang dipimpinnya terpilih sebagai juara pertama. Bahkan dia tidak menyadari jika kampung tangguh tersebut dilombakan oleh Polres Sampang.

“Juara satu dari 186 desa/keluarahan ini bukan main-main, apalagi penilainya dari kepolisian,” ucap Taufiq.

Taufiq menjelaskan, dalam pembentukan kampung tangguh pihaknya hanya berupaya memutus mata rantai Covid-19. Sehingga tidak ada pilihan lain selain membentuk tujuh divisi pencegahan virus Corona.

Desa Bancelok
Kades Bancelok Moh. Taufiqurrahman saat menerima trophy kampung tangguh.

Alumnus pasca sarjana UNISMA menguraikan, tujuh divisi pencegahan Covid-19 tersebut meliputi divisi ketahanan pangan, sumber daya manusia (SDM), informasi, kesehatan dan ruang isolasi, keamanan dan ketertiban, pemulasaraan jenazah dan dapur umum.

“Saya nggak ada pilihan lain (dalam menangani Covid-19), harus dimaksimalkan. Tujuh divisi itu harus dimaksimalkan,” ujar Taufiq pada maduraindepth.com.

Baca juga:  KIM BB Klarifikasi Warga Bancelok Positif Covid-19, Mamak: Dia Domisili Buker

Menurut Taufiq, kunci utama menjadi kampung tangguh terbaik adalah membangun sinergi antara perangkat desa dan masyarakat. Sehingga pihaknya bisa mengedukasi masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan dan berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Siang malam kita bekerja. Pada bulan puasa itu saya tidur habis subuh, kita memang ketakutan betul adanya Covid-19 karena orang-orang yang dari Jakarta turun, Kalimantan turun, saya kawal itu,” papar Kades yang kerap disapa Kyai Taufiq.

“Data ODR kita tercepat dibanding yang lain, kalau yang lain diminta data ODR masih mau cari siapa yang datang, kita justru data datang dari sana,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Desa Bancelok itu berharap, dengan dikukuhkannya Bancelok sebagai juara pertama kampung tangguh se-Sampang, masyarakat bisa menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi. Sehingga bisa lebih baik lagi dalam kesehatan.

“Harapan kita kedepan masyarakat bisa mawas diri soal kesehatan,” harapnya. (MH)