Cegah Penyebaran Covid-19, Kakanwil Kemenag Jatim Imbau Ponpes Terapkan Protokol Kesehatan

Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dr. Ahmad Zayadi memotong pita sebagai tanda diresmikannya pesantren tangguh di PP. Assirojiyyah Kajuk, Sampang, Selasa (23/6). (Rif/MI)

maduraindepth.com – Pesantren tangguh merupakan ikhtiar dalam menerapkan protokol kesehatan agar santri mendapatkan perlindungan kesehatan secara maksimal. Ini dikatakan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil) Jawa Timur Dr. H. Ahmad Zayadi usai melaunching Pesantren Tangguh di PP. Assirojiyyah Kajuk, Sampang.

“Karenanya, kami mengimbau pondok pesantren agar menerapkan protokol kesehatan terhadap para santri guna mencegah penyebaran virus corona,” ucapnya kepada para awak media, Selasa (23/6).


Ahmad Zayadi menyampaikan, sebelum kembali ke pesantren, para santri sudah harus dilakukan isolasi secara mandiri. Bahkan saat kembali ke pesantren Satgas Covid-19 pesantren tetap melaksanakan protokol kesehatan terhadap para santri.

“Protokol pesantren tangguh tidak hanya saat santri berada di pondok pesantren, tetapi dimulai dari rumah sampai ke pesantren, sehingga saat kembali ke pesantren para santri sudah benar-benar aman dari Covid-19,” ungkapnya.

Penerapan protokol kesehatan melalui program pesantren tangguh, kata dia, bukan hanya sebagai solidaritas, tetapi sebagai bentuk kebersamaan antara kementerian agama dengan pemerintah daerah kabupaten Sampang dengan semangat kebersamaan dalam mencegah Covid-19.

“Kami bersama Forkopimda akan memfasilitasi apa saja kebutuhan pesantren dalam melakukan protokol kesehatan,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Kankemenag Sampang H. Pardi. Menurutnya, launching pesantren tangguh yang kedua ini akan berlanjut ke pesantren-pesantren lainnya. Bahkan, saat ini sejumlah pesantren dibeberapa kecamatan sudah melakukan persiapan.

Baca juga:  Kepala Kemenag Beberkan Tiga Sektor yang Harus Diprioritaskan dalam Muskercab I PCNU Sampang

“Hal ini adalah bentuk kepedulian pondok pesantren dalam pencegahan Covid-19,” ungkap Pardi.

Dikatakan, dalam pelaksanaan pesantren tangguh adalah memastikan bahwa santri yang kembali ke pesantren betul-betul sehat dan terhindar dari Covid-19.

“Sudah ada panduan tentang protokol Covid-19 dari Kanwil Kemenag Jatim bahwa seluruh pesantren diberikan keleluasaan untuk menentukan kapan kembali atau tidak, namun tetap wajib menjaga kesehatan dan memastikan santri yang kembali ke pesantren dinyatakan sehat dengan melalui protokol kesehatan,” paparnya.