Bulan Bung Karno, Sekda Sumenep: Momentum Refleksi Nasionalisme

Bulan juni bung karno
Sekda Kabupaten Sumenep Edy Rasiyadi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/6). (Foto: Moh. Busri/MID)

maduraindepth.com – Bulan Juni menyimpan banyak momen penting bagi bangsa Indonesia. Bahkan, pada bulan ini juga sering disebut sebagai Bulan Bung Karno. Karena, Bapak Proklamator Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu, lahir dan wafat pada Bulan Juni.

Selain itu, Hari Lahir Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia, juga diperingati setiap tanggal 1 Juni. Maka dari itu, Juni dianggap sebagai bulan yang cukup istimewa bagi bangsa ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Edy Rasiyadi mengungkapkan, bahwa Bulan Juni sebaiknya dijadikan sebagai momentum refleksi diri. Terutama, bagi semua aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan pemerintah setempat.

“Bulan Juni adalah Bulan Bung Karno. Ini menjadi sebuah pengingat bagi kita semua, untuk meneladani sikap Bung Karno. Terutama dalam mencintai negara dan bangsa ini,” ungkapnya.

Menurutnya, sosok Bung Karno merupakan nasionalis sejati. Sehingga, sangat patut untuk dijadikan panutan atau contoh. Perjuangan Bung Karno untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa dan negara ini, telah melalui banyak rintangan.

“Maka dari itu, kemerdekaan yang telah kita rasakan bersama, harus dirawat dengan baik,” ujarnya.

Edy menegaskan, sebagai ASN yang memiliki tanggung jawab mengabdi kepada negara, maka wajib untuk terus memupuk rasa nasionalisme. Salah satu caranya, yakni dengan meningkatkan semangat kerja yang didasari profesionalisme.

Baca juga:  Pada Malam Tahun Baru 2020 Jalur Pamekasan Madura Ditutup

“Sikap seperti itu, sudah menjadi bagian dari nasionalisme. Bahkan, itu juga telah dicontohkan oleh Bung Karno,” tegasnya.

Selama Bulan Juni, Pemkab Sumenep telah menjadwalkan banyak kegiatan. Tujuannya, adalah untuk mengenang sikap dan kepribadian Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Sehubungan dengan itu, Edy berharap sejumlah kegiatan itu tidak sekadar dijadikan perayaan seremonial semata.

“Saya harap, substansi dari peringatan ini bisa benar-benar dimaknakan dan diamalkan dengan baik. Supaya, kecintaan kita terhadap bangsa dan negara, bisa terus tubuh,” pungkasnya. (bus/*)

Baca Berita Menarik Lainnya DI SINI atau Ikuti Kami di Saluran Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *