BPNT Jadi Masalah, Kadinsos Sumenep Akan Panggil 27 Petugas TKSK

0
40
Sumenep
Kepala Dinas Sosial Sumenep, Moh. Iksan, usai dilantik beberapa hari lalu. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Usai viral video pernyataan salah seorang petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, terkait bantuan beras program bantuan pangan non tunai (BNPT), kini terungkap fakta batru.

Rencananya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep, Moh Iksan, akan memanggil seluruh TKSK. Dia memastikan, hal tersebut dilakukan sebab amburadulnya penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Keris tersebut.

Baru-baru ini, BPNT memang menjadi atensi masyarakat Sumenep, diantaranya beras yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hancur, bau apek, dan jelek, hingga tersebar video petugas TKSK yang membedakan antara masyarakat miskin dan kaya.

“Hari senin besok saya akan koordinasi dengan TKSK. Saya akan panggil 27 orang semuanya itu untuk menjelaskan kepada saya semuanya tugas-tugasnya, laporannya, dan sebagainya,” ungkap Ikhsan, saat dihubungi media ini, Sabtu (11/1).

Dia juga mengatakan, akan mengevaluasi serta menganalisa semua permasalahan yang terjadi di BPNT. Sebagai program baru pengganti Beras Miskin (Raskin) dan Beras Sejahtera (Rastra), BPNT diakuinya masih banyak yang harus dibenahi.

“Sekaligus nanti akan ada intruksi dan arahan dari saya dalam rangka untuk perbaikan-perbaikan terhadap penyaluran BPNT,” terangnya.

Tak dipungkiri, video viral petugas TKSK yang dinilai menyepelekan masyarakat miskin, Moh. Iksan mengakui, apa yang terjadi itu memang menyinggung masyarakat dan hal layak umum. Meskipun sebenarnya, kata dia, petugas TKSK tersebut hanya ingin menjelaskan tentang BPNT kepada masyarakat.

“Saya melihat itu, kayaknya dia itu ingin menjelaskan kepada masyarakat. Cuma nadanya guyon, ya walaupun guyonannya seperti itu memang, mohon maaf, menyinggung,” ucap dia. (MR/AJ)