Unggulan Pembangunan Bangkalan tak Jelas

Wisata Bukit Tinggi, di Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep.

maduraindepth.com – Kabupaten Bangkalan tidak memiliki lokus  pembangunan. Ragam sektor pembangunan dari berbagai sumber ternyata tidak tergarap dengan baik. Misalnya wisata, kesehatan, dan pendidikan.

Seperti di Kabupaten Sumenep dengan konsentrasi pembangunan pariwisata. Pamekasan dengan pendidikannya, dan Sampang dengan pertaniannya. Di Bangkalan sektor wisata, kesehatan dan pendidikan, ternyata tidak tergarap jelas.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Lily Setiawaty Mukti mengatakan, Bangkalan sebentar lagi akan mengakomodasi sektor pariwisata. Dari itu, saat ini pemerintah sudah mulai menggarap rencana induk pembangunan kepariwisataan kabupaten (ripparkab).

“Rancangan induk ini akan mengatur pengelolaan terhadap sejumlah wisata di Bangkalan,” kata dia.

Ripparkab disusun sebagai konsep pengembangan wisata potensi wisata di Bangakalan dalam jangka 15 tahun ke depan. Rencana induk ini meliputi perencanaan industri pariwisata, destinasi pariwisata, pemasaran pariwisata, serta kelembagaan pariwisata.

Pengembangan pariwisata yang akan dilakukan di antaranya daya tarik dan sumber daya wisata. Kemudian, fasilitas-fasilitas umum, aksebilitas, prasarana umum, serta upaya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM).

Selama ini, kata Lily, belum ada objek wisata yang dikelola pemerintah. Mayoritas wisata di Kota Dzikir dan Sholawat ini dikelola perorangan. Sehingga hasil pendapatan pengunjung, nilai rupiahnya tidak diketahuinya. (NR/MI)