Tragis, Seorang Gadis di Sumenep Digilir 6 Pemuda

0
1225
Empat terduga pelaku pemerkosaan ditahan Polsek Kota Sumenep. (MR/MI)

maduraindepth.com – Nasib tragis harus diterima WW (19) gadis asal desa Kebunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. Pasalnya dia “digilir” oleh enam pemuda di salah satu kamar kos yang berlokasi di kecamatan Kota, Jum’at (26/7/2019).

Korban yang baru lulus sekolah menengah pertama ini direcoki minuman keras oleh pacarnya sebelum kemudian diperkosa secara bergiliran.

Atas kejadian itu, korban mengalami trauma berat. Keluarga korban langsung melaporkan enam pelaku ke kepolisian sektor (Polsek) setempat.

AR (50) paman korban menuturkan, awalnya korban sempat dicari oleh keluarganya karena seharian tidak pulang. “Sejak hari Kamis pukul 09.00 menghilang, dan pukul 11.00 tadi baru pulang dalam keadaan sempoyongan,” ujarnya, Jumat (26/7).

Setelah ditanya, korban mengaku dipaksa melayani nafsu bejat pacar dan lima orang temannya.

Keluarga korban menilai, aksi bejat tersebut seperti sudah direncanakan sebelumnya. “Mereka harus dihukum berat lah, agar setimpal,” tegas sang paman.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menjelaskan, pihaknya telah mendapat laporan terkait kasus perkosaan tersebut.

“Sekitar pukul 13.30 WIB kami mendapat laporan dari warga bahwa di salah satu rumah kos di Kecamatan Kota telah terjadi perkosaan yang diduga dilakukan oleh enam orang,” terangnya.

Atas laporan itu, pihak kepolisian kemudian menindaklanjuti dan berhasil menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku.

Masing-masing inisial R asal Desa Pamolokan, I asal Desa Tambelangan, Kabupaten Sampang, SB asal Kelurahan Kepanjen, dan H asal Desa Pamolokan.

“Saat ini kami telah berhasil mengamankan empat orang, tinggal 2 orang lagi,l masih dalam pengejaran, yaitu inisial O asal Gapura dan F Paberasan,” sambungnya.

Widiarti menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, sebelum disetubuhi, korban diajak dan diberikan minuman yang diduga mengandung alkohol oleh O pacar korban di kamar kosnya.

“Korban dipaksa melakukan hubungan suami-istri oleh pacarnya dan lima temannya secara bergantian,” ungkapnya. (MR/AW)