Terungkap, Pelaku Pembunuhan Gadis 17 Tahun Di Sampang Ternyata Pacarnya

tersangka pembunuhan gadis
Kapolres AKBP Abdul Hafidz mengungkap dua pelaku pembunuhan saat konferensi pers di Mapolres Sampang, Senin (1/2). (Foto: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Polres Sampang mengungkap pelaku utama pembunuhan terhadap S, gadis 17 tahun asal Sampang, Senin (1/2). Ternyata, pembunuh korban tak lain pacarnya sendiri.

Sebelumnya, S ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan di Bukit Gunung Dusun Sumber Beringin, Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, Rabu (27/1) lalu. Kemudian Sabtu (30/1), polisi berhasil mengamankan dua pelaku pembunuhan yakni PW, 16, dan IS, 17. Tersangka IS ditangkap di rumahnya di Desa Tlaga, Kecamatan Banyuates. Di hari yang sama, PW diringkus di Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang.


Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz menjelaskan, IS ternyata pacar korban yang sudah menjalin hubungan selama 6 bulan. Sedangkan PW merupakan teman IS yang ikut membantu membunuh korban. Diterangkan, motif pembunuhan dikarenakan persoalan asmara.

“Motif utama kasus pembunuhan ini karena asmara. Korban hamil 3 bulan,” paparnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang menuturkan, pembunuhan terhadap S oleh tersangka dilakukan pada Selasa (19/1). Saat itu, korban sengaja pergi ke Bukit Gunung Dusun Sumber Beringin Desa Paopale Laok seorang diri.

Setibanya di lokasi, korban menghubungi IS untuk menemani sekaligus ingin menyampaikan tentang kehamilannya. Beberapa menit kemudian IS bersama PW datang menghampiri korban.

Setelah bertemu, korban langsung mengungkapkan jika dirinya tengah hamil 3 bulan akibat berhubungan badan dengan tersangka sekitar Oktober 2020 lalu. “Mendengar kabar itu IS terkejut dan spontan memegang kepala korban, kemudian dibenturkan ke batu,” jelas Riki.

Baca juga:  Terjadi Pembunuhan Misterius di Ketapang Sampang, Pelaku Berjumlah Lima Orang

Tidak hanya itu, tersangka juga mencekik leher korban. Namun S masih melakukan perlawanan. Khawatir diketahui warga, pelaku meminta bantuan PW untuk memegang tangan dan kedua kaki korban.

Dipastikan tak bernyawa, IS lantas membuka baju korban sebelum meninggalkan lokasi. Berdasakan pengakuan tersangka, itu dilakukan untuk mengelabuhi pihak terkait jika korban meninggal karena kasus persetubuhan, bukan pembunuhan.

“Pada tubuh korban terdapat memar di bagian tenggorak kepala. Dari hasil penyidikan, dugaan kuat mengarah kepada dua pelaku,” pungkasnya. (ALIM/BAD)