Tanah Ambles, 12 Ruang Kelas Madrasah di Banyuates Sampang Ambruk

tanah ambles ruang kelas ambruk
Tampak bangunan Madrasah di Dusun Seddang, Desa Pelanggaran Barat, Kecamatan Banyuates, Sampang ambruk. (Foto: Mahmudi for MID)

maduraindepth.com – Tanah di areal Madrasah Nahdlatul Waton dan SMP Attadamunul Islam yang berada di Dusun Seddang, Desa Pelanggaran Barat, Kecamatan Banyuates, Sampang ambles. Akibatnya, sebanyak 12 ruang kelas ambruk.

Sebelumnya, gedung madrasah itu mengalami kerusakan parah dan nyaris roboh, setelah tanah di sekitar lokasi ambles secara perlahan sejak Ahad (1/1/2023). Saat ini, bangunan madrasah itu ambruk akibat tanah ambles sedalam 3 meter.

banner auto

“Saya mendengar derungan suara ambruknya gedung sekolah itu semalam, sekitar pukul 23.30,” ucap Mahmudi, salah satu Pengurus Yayasan Attadamunul Islam saat dikonfirmasi via WhatsApp, Sabtu (7/1).

Menurut dia, kejadian tersebut berlangsung pada malam hari. Tepatnya setelah terjadi hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama hampir 3 jam. Akibatnya, tanah di lokasi itu bertambah ambles, hingga gedung yang sudah miring sebelumnya menjadi ambruk.

“Kemarin sore, Jumat (6/1), di sini memang sempat hujan deras, akibatnya semalam itu kembali ada pergeseran tanah. Sehingga gedung yang sebelumnya miring jadi ambruk rata dengan tanah,” ungkapnya.

Diterangkan, terdapat 12 ruang kelas yang ambruk total rata dengan tanah. Lokal kelas yang ambruk berada di sisi Selatan, di antaranya enam kelas di lantai bawah dan enam kelas lainnya di lantai dua .

“Meski semua gedung miring dan nyaris ambruk, tapi yang alami ambruk total hanya 12 ruang kelas,” jelas Mahmudi.

Baca juga:  Beri Pengetahuan Lebih Soal Perguruan Tinggi, MGBK Sumenep Gelar Edu Fair 2024

Penjabat (Pj) Kepala Desa Pelanggaran Barat, Hendara Dwiwilda membenarkan informasi ambruknya bangunan madrasah tersebut. Pihaknya sudah melakukan pendataan lokasi, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan daerah dan dinas terkait.

“Kami sudah melaporkan kejadian atau bencana ini secara berjenjang. Pemerintah Desa ke Kecamatan lalu ke Bupati sekaligus dinas terkait,” terangnya.

Sementara, kata Hendra, warga menaruh harapan besar agar gedung sekolah tersebut bisa dibangun kembali. Sehingga para siswa secara bertahap bisa kembali belajar di ruang kelas yang layak.

“Harapan masyarakat agar madrasah dan SMP ini bisa dilakukan pembangunan kembali meski secara bertahap,” tutupnya. (Alim/*)

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya Di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner auto