Sumenep Darurat Banjir, Ini 7 Titik Rawan Saat Hujan

0
53
Kawasan terpadu Pemkab Sumenep usai diguyur hujan lebat terlihat dikepung banjir. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Hujan tak butuh waktu lama untuk membuat wilayah di Kota Sumenep terendam air. Dalam hitungan menit, beberapa kawasan di Kota Keris ini hampir selalu terendam air saat hujan melanda.

Bukan hal baru lagi, setiap tahunnya daerah perkotaan memang sering menjadi langganan banjir. Apalagi, perumahan yang notabene memiliki jalur pembuangan air (Drainase) gorong-gorong yang tidak kuat lagi menampung derasnya sampah yang dibawa oleh air hujan yang turun.

Bukan tidak ada upaya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat dalam menanggulangi banjir saat musim hujan datang. Mulai dari pembenahan gorong-gorong, perombakan jalur drainase, bahkan sampai pengerukan telah dilakukan.

Salah satu contohnya di Jalan Jati Emas, Desa Pangarangan, yang telah dibuatkan pipa besar dalam menampung jalannya air menuju pembuangan ke kali patrean menuju kali marengan.

Meski, hingga saat ini proyek drainase di Jalan Jati Emas kandas, sebab putus kontrak dan tak kembali dilanjutkan.

Namun sayang, usaha pemerintah kali ini terus menuai kecewa dari masyarakat Sumenep. Pasalnya, setiap titik yang rentan mengalami genangan air maupun banjir, pasti terurai di area perkotaan.

Salahsatu pengendara yang melintas, Dedi (35), warga Desa Kolor, Kecamatan Kota, mengklaim bahwa Pemerintah setempat mandek dalam penanganan banjir.

“Pasti dah setiap tahun seperti ini. Saat hujan akan terjadi banjir, apalagi hujan deras dan lama. Bisa-bisa Sumenep kedepan akan tenggelam,” ucapnya pada maduraindepth.com, sembari mendorong sepeda motornya yang tengah macet, Kamis (26/12).

Sementara itu, saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (PRKP) dan Cipta Karya, Muhammad Jakfar, menerangkan apabila banjir yang terjadi di Kabupaten ujung timur Pulau Madura itu tidak lantas terus dijadikan masalah besar.

“Itu kan memang sudah tergenang. Saya setiap hari melihat petugas sudah mengurai sampah dan endapan-endapan sebelum musim penghujan, sudah dilakukan,” kata dia saat dikonfirmasi media ini.

Sedikitnya, ada tujuh titik Jalan yang mengalami banjir. Ketinggian air kurang lebih 1 meter. Jalan tersebut di antaranya meliputi Jalan Seludang, Jalan Trunojoyo, Jalan Dr. Cipto, Jalan Brigdjen Abdullah, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Jalan Sultan Abdurrahman, dan Jalan Adirasa, serta perumahan bumi sumekar.

“Kalau mau disebutkan ya banyak yang tergenang air bahkan banjir. Jalan Adirasa, Sultan Abdurrahman, di depan Pemerintah Daerah (Pemda) sudah penuh. Artinya saluran yang ada sudah tidak bisa menampung,” jelasnya dengan santai.

Dia menyebut, jika urusan banjir tidak hanya di tangani satu Dinas saja, melainkan tetap adanya koordinasi.

“Jadi urusan banjir itu yang berperan sebenarnya ada dua Dinas. Terutama Peraturan Mentri (Permen) PU-nya yang menangani banjir itu adalah PU SDA,” papar dia.

Seolah tidak ingin menjadi sorotan publik, Jakfar dengan kritis mengatakan, jika persoalan banjir harus dihadapi bersama.

“Dari kemarin terus kan Cipta karya, tetapi kita tidak melakukan koordinasi dengan PU SDA. Saya akan mencari btitik genangan yang utama. Kita akan carikan bertahap solusinya, meskipun selama ini belum maksimal,” tutur mantan Kadis PU Bina Marga ini.

Terpisah, Kadis PU Sumber Daya Air (SDA), Chainur Rasyid, memaparkan apabila telah melakukan koordinasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD)buang ada dalam penanggulangan banjir di Sumenep.

“Selama ini kita sudah selalu koordinasi dengan OPD terkait tentang penanganan banjir termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” singkatnya melalui aplikasi WhatsApp. (MR/AJ)