Rocky Gerung: Mahasiswa Mau DO Semester Berapa?

0
6166
Rocky Gerung jadi pembicara dalam seminar Nasional di UTM, Jum'at (30/8). (AJ/MI)

maduraindepth.com – Dalam rangka mengembangkan potensi mahasiswa, utamanya mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UTM mengadakan seminar nasional bertajuk ‘Merawat Indonesa dengan pola pikir kritis sebagai bagian dari DNA mahasiswa’. Kegiatan tersebut mendatangkan tokoh nasional Rocky Gerung selaku pembicara.

Dalam sambutanya Ketua Pelaksana kegiatan Heri Fathomullah menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengasah pola pikir mahasiswa. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk menambah wawasan ke-Indonesiaan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk pengembangan diri, pengembangan pengetahuan mahasiswa dan semua peserta seminar,” jelasnya.

Seminar tersebut diadakan di Graha lt. 10 Rektorat UTM, Jumat (30/8/2019). Kegiatan yang terbuka untuk mahasiswa dan umum tersebut dibuka langsung oleh Wakil Dekan (Wadek) III FH UTM Muhklis.

Selain mendatangkan Rocky Gerung, panitia juga mendatangkan Dosen FH UTM Dr. Safi selaku pemantik dan pembicara. Acara yang diikuti oleh ratusan peserta tersebut juga dihadiri oleh jajaran pengurus BEM FH UTM, dosen dan karyawan UTM. Bahkan, panitia juga mengundang Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Dalam materinya, Rocky menilai ada tiga isu pokok yang sedang hangat di Indonesia saat ini. Yaitu, rencana pindahnya ibu kota negara ke Kalimantan Timur, persoalan pemberantasan kasus korupsi dan persoalan Papua.

Menurut dia, ada isu yang lupa dibaca oleh masyarakat dari tiga isu tersebut. Yaitu bahaya kemungkinan lepasnya wilayah Papua dari Indonesia.

“Masyarakat dan pemerintah saat ini lebih dipusingkan dengan persoalan perpindahan ibukota. Kenapa kita tidak lebih pusing menghadapi kemungkinan lepasnya Papua dari Indonesia. Ini lebih penting,” katanya.

Mengenai pokok tema kegiatan, pria yang banyak dikaitkan dengan kontroversi di media itu justru memiliki pertanyaan yang menarik. “Mahasiswa mau DO semester berapa?” ucapnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Menurut dia pertanyaan tersebut penting, sebab pertanyaan lain seperti target lulus semester berapa, sudah terlalu biasa.

Selain itu, dia juga beranggapan bahwa logika berpikir mahasiswa saat ini sudah banyak yang menyimpang dan kurang kritis.

“Misalnya begini, ada mahasiswa yang tanya ke saya ‘Mas Rocky sudah makan?’ Saya jawab belum. Lalu dia mengajak saya makan karna dia salah menyimpulkan. Padahal saya belum lapar, dia tidak beryanya apakah saya sudah lapar atau belum,” katanya diikuti gelak tawa dari audiens.

Kegiatan seminar itu sendiri berjalan lancar. Para audiensi terlihat sangat antusias. Bahkan, banyak sekali pertanyaan yang muncul dari para peserta. (AJ)