Remaja Disabilitas Asal Desa Rubaru Sumenep Butuh Uluran Tangan

Disabilitas Butuh Bantuan Kaki Palsu Sumenep
Sarkawi saat menunjukkan kaki palsunya yang sudah lama dipakai di kediamannya di Desa/Kecamatan Rubaru, Sumenep, Rabu (5/10). (Foto: Nyoman/MI)

maduraindepth.com – Sarkawi, warga Desa/Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, memiliki keterbatasan fisik, yakni tanpa kaki kiri. Meski penyandang disabilitas, remaja 18 tahun itu memiliki hobi olahraga dan bela diri.

Sarkawi menceritakan, kondisi keterbatasan fisiknya merupakan bawaan sejak lahir. Walaupun menyandang disabilitas, dia mengaku tidak pernah merasa malu dan tetap semangat dalam menjalani hidup seperti orang pada umumnya.

Sampai saat ini, remaja itu menggunakan kaki palsu untuk membantunya beraktivitas. Namun, diakui kini kaki palsu yang dimiliki hampir tidak bisa digunakan. Sebab, mulai tidak muat dipakai. Mengingat, kaki palsu itu sudah cukup lama.

Selain itu, kaki buatan itu juga patah. Saat ini, Sarkawi sudah beranjak dewasa. Dia baru saja menyelesaikan pendidikan jenjang Madrasah Aliyah (MA).

“Kalau dipakai kadang sakit, karena sudah tidak muat dipakai. Makanya kalau dipakai harus dilapisi kain, supaya tidak begitu sakit,” ceritanya, Rabu (5/10).

Kepada maduraindepth.com, Sarkawi mengaku sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki hobi bela diri. Termasuk mengikuti beberapa ajang lomba. Sejak lama, dia menginginkan kaki palsu baru. Agar bisa beraktivitas seperti sedia kala dan tidak lagi merasa kesakitan akibat mengenakan kaki palsu lama yang mulai tidak muat dipakai.

“Saya memang suka belajar dan sering mengikuti lomba bela diri. Saya pernah ikut lomba bela diri, pas waktu mau nendang kaki palsu saya terlepas dan terlempar jauh,” kenangnya. (ISM/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *