Polisi Sumenep Diduga Kurang Gunakan 3S Saat Gelar Operasi Zebra Semeru

0
26
Petugas saat menyetop kendaraan roda empat (R4) dalam operasi Zebra Semeru 2019. (Istimewa)

maduraindepth.com – Hari kedua giat Operasi Zebra Semeru 2019 yang dilangsungkan tim gabungan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort (Satlantas Polres) Sumenep, di Jl. KH. Mansyur, Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, dikecewakan pengendara roda empat yang terjaring operasi tersebut.

Pasalnya, dalam Operasi Zebra Semeru 2019 kali ini, Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Sumenep melakukan giat tidak sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP) dan dinilai kurang profesional.

Ika Sri Adiana (34), selaku pengendara roda empat yang membawa mobil Honda CRV Nomor Polisi (Nopol) S 8 M, mengatakan, bahwa dalam giat tersebut petugas Polantas dalam melaksanakan tugasnya tidak menggunakan 3S (Senyum, Sapa, Salam).

“Saat saya dihentikan oknum polisi yang bernama Iptu Mali, dia langsung menanyakan surat-surat saya, dan mengatakan, Wes tilang, mati lama,” ungkap Ika sambil menirukan kata-kata yang dilontarkan Polantas tersebut, Kamis (24/10).

Bahkan, menurut keterangan Ika, oknum Polantas tersebut dengan tidak sopan dan kurang menggunakan 3S dalam melakukan penilangan kepadanya.

“Dengan nada melotot, dia tak sopan kepada saya saat menilang ,” terang Ika dengan kesal.

Secara terpisah, AKP Deddy Eka Aprianto, Kasatlantas Polres Sumenep mengatakan, terkait petugas saat melakukan razia memang harus mengacu pada aturan dan kode etik yang ada.

“Tetap utamakan 3S,” singkat AKP Deddy Eka Aprianto saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Untuk diketahui, menurut Pasal 15 huruf e Perkapolri No. 14 tahun 2011, setiap anggota Polri dilarang bersikap, berucap, dan bertindak sewenang-wenang. Jadi mengacu pada etika, memang sudah sepatutnya dalam melakukan pemberhentian pengendara bermotor itu, Polantas melakukannya dengan cara santun dan tidak berucap atau bertindak sewenang-wenang, tidak secara kasar. (MR/MH)