Petani Garam Madura Siap Tumpahkan 3 Truk Berisi Garam, Kenapa?

0
91
Massa dari Forum Petani Garam Madura (FPGM) saat berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Jatim, Rabu 4 September 2019. (AW/MI)

maduraindepth.com – Ribuan petani garam asal Madura menggelar aksi protes di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Rabu (4/9/2019). Selain membentangkan spanduk dan berorasi di kantor yang terletak di jalan Pahlawan Surabaya tersebut, mereka juga membawa 3 truk berisi garam yang siap ditumpahkan di tengah jalan.

Salah satu orator aksi mengatakan, 3 truk garam yang dibawa itu untuk membuktikan bahwa kualitas garam Madura lebih bagus dibanding garam Kupang, NTT seperti yang disebut Presiden Jokowi pada 21 Agustus lalu.

“Kalau perlu kita tumpahkan 3 truk garam itu ke jalan biar semua tahu kualitas garam asal Madura. Jika perlu, Gubernur Jatim mengajak Presiden Jokowi untuk panen garam di Madura,” ujar Moh Yanto, dalam orasinya .

Selain protes tentang kualitas garam, massa yang tergabung dalam Forum Petani Garam Madura (FPGM) tersebut juga memprotes rendahnya serapan garam petani di Madura.

Menurut mereka, pemerintah lebih memanfaatkan garam impor yang menguntungkan pengusaha dari pada produk garam milik petani. Akibatnya, serapan garam petani tidak hanya rendah tapi juga murah.

“Tahun lalu garam saya dibeli oleh PT Garam seharga 1.450 per kilogram, sekarang cuma 700 rupiah per kilogram,” terang Isbir, petani garam asal Desa Ragung Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang.

Harga tersebut kata Isbir tidak menguntungkan petani garam. Sebab ucap dia, untuk produksi 1 ton garam, petani harus mengeluarkan biaya operasional sebesar Rp 800 ribu.

Karena serapan rendah, saat ini dia mengaku masih menyimpan sekitar 1500 ton garam sisa panen tahun kemarin.

“Kalau sekarang saya masih punya 5000 ton di gudang. Sebagian saya simpan di lahan,” ujarnya. (AM/AW)