Pesan Sandiaga Uno Terhadap UTM: Kita Harus Melek

Foto: Istimewa.

maduraindepth.com – Sandiaga Salahuddin Uno B.A, M.B.A meminta seluruh kaum muda ikut andil dalam menumbuhkan ekonomi selama pandemi. Hal itu disamapaikan saat dirinya menjadi pemateri seminar Entrepreneur Nasional di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam membangkitkan ekonomi bangsa.

Sandi menjelaskan setiap zaman ada peran anak muda. Kaum yang terdidik hadir menyuarakan suara rakyat dan membawa semangat perubahan.


“Zaman ini adalah zaman anak muda, zaman pandemi, anak mudalah yang hadir untuk memberikan solusi,” ujarnya saat memberikan materi di webbinar entrepreneur.

Pemuda dan seluruh mahasiswa di seluruh Indonesia, perannya sangatlah penting namun perlu adanya kontekstualisasi adaptasi penyesuaian zaman Now. Zaman sekarang bukan hanya disebut zaman rebahan tapi juga zaman agen perubahan.

Jelang satu abad Indonesia merdeka kita akan lebih dahulu melalui satu abad sumpah pemuda. Tantangannya sangat kekinian dan sangat berbeda dari dahulu, seakan semakin kompleks. Batas negara memudar karena globalisasi, batas jarak semakin hilang karena digitalisasi.

“Uniknya akibat globalisasi pula, Pandemi yang kita hadapi menyebar cepat,” paparnya.

Tahun 1918, lanjut Sandi, kita juga terkena pandemi flu Spanyol berhasil kita hadapi. Namun lebih dari 25 juta rakyat Indonesia meninggal. Kali ini, kita di tengah-tengah pademi harus menjadi bagian dari sebuah solusi. Menurut lelaki berkacamata itu, bahwa pandemi ini menjadi papan lontar atau batu loncatan untuk menghadirkan sebuah solusi.

Baca juga:  Air Rob Genangi Fasum di Pulau Mandangin

Saat memulai menjadi pengusaha pria itu memaparkan bahwa adanya krisis pada tahun 1997 dirinya di-PHK dari perusahaan. Lantaran menganggur, dia terpaksa melakukan usaha pada saat itu. Musibah tersebut berubah menjadi hikmah akhirnya Sandiaga Uno membuka usaha di bidang konsultan keuangan.

Krisis moneter perusahaan-perusahaan kolep, tidak ada lowongan kerja tapi yang ada peluang restrukturisasi. Perusahaan kami didirikan untuk merestrukturisasi dan akhirnya dari tiga orang menjelma perusahaan investasi aktif dengan membuka lapangan bagi 30 ribu karyawan di seluruh Indonesia. Kami tidak menyangka jika cerita kelam adalah ternyata kesuksesan.

“Mari kita semua optimis, kita harus melek punya wawasan global namun turun dan menghadirkan kearifan lokal. Solusinya adalah inovasi berani mengambil risiko dan mampu bersikap optimis. Mari kita bergerak dengan berinovasi bawa solusi menyelesaikan masalah di depan mata, modal kita bukan hanya uang tapi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Serta kita tingkatkan skill dan keterampilan sebagai modal awal,” paparnya.

Pemimpin yang kreatif selalu menciptakan lapangan kerja untuk anak muda, serta memberikan ruang untuk anak muda dan mahasiswa berkreasi dan berinovasi sebagai kaum millenial.

“Saya ingin mengajak kita semua, ciptakan program ekonomi untuk rakyat menengah ke bawah, membangun negeri dari keterpurukan ekonomi,” tutupnya

Senada disampaikan Rektor UTM Dr. Drs. EC H. Muh. Syarif, M.Si. Dia memaparkan bahwasannya di hari sumpah pemuda ini harus bisa melihat kepentingan yang lebih besar keberlanjutan negara kedepannya ketika akan menghadapi 100 tahun Indonesia merdeka, atau bagaimana kita memikirkan generasi emas yang akan memimpin pada tahun 2045. “Ini menjadi pekerjaan Rumah (PR) kita semua. Makanya dikaitkan dengan materi ‘Meningkatkan Patriotisme Pemuda dalam Memulihkan Ekonomi Bangsa dimasa Pandemi’.

Baca juga:  Gandeng Bank Indonesia, UTM Sukses Panen Raya Jagung Madura

“Bagamana peran pemuda dalam ikut membantu pemerintah memulihkan ekonomi khususnya di masa pandemi. Paling tidak berkonstribusi ikut membantu,” ujarnya saat memberikan sambutannya. Kamis (29/10/2020).

Itu semua butuh kemampuan satu ilmu, skill dan keterampilan. Ketika mahasiswa atau pemuda menginginkan jadi entrepreneur serta komitmen-komitmen bahkan mentalitas sebagai seorang pengusaha juga harus dimiliki. Lanjut rektor UTM itu, bahwa dirinya juga menganggap harus ada interaksi dan kolaborasi semua pihak.

“Baik itu pemerintah, stake holder maupun terkait pemuda dan mahasiswa diberikan satu ruang yang cukup agar keinginan menjadi entrepreneur itu bisa tercapai,” imbuhnya.

Ini perlu adanya satu komunikasi yang bagus sehingga harapan-harapan kita semua, bagaimana seorang entrepreneur bisa dilahirkan. Sehingga diharapkan dari konteks tema ini bisa direalisasikan dengan baik.

Merubah mindset juga sangat penting serta keinginan pemuda dan mahasiswa untuk menjadi seorang entrepreneur untuk memajukan ekonomi selama musim pandemi.

“Mindset ini penting karena menyatukan persepsi yang sama,” tandasnya. (SA/MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here