Persoalan Ekonomi Jadi Faktor Utama Terjadinya Kekerasan pada Anak di Sampang

faktor kekerasan pada anak di sampang
Kantor Dinsos PPPA Sampang. (Foto : Alimuddin/MID)

maduraindepth.com – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Sampang sebut penyebab utama terjadinya kekerasan anak di Kabupaten Sampang karena faktor ekonomi. Salah satu persoalannya, banyak orang tua lebih memilih meninggalkan buah hatinya untuk pergi merantau.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos Sampang, Masruhah mengatakan, pola asuh anak yang kurang maksimal dari orang tua juga menjadi faktor terjadinya kekerasan. “Untuk korban kekerasan anak, rata-rata usia di bawah 16 tahun atau usia sekolah,” ucapnya, Senin (31/7).

Sementara, untuk kekerasan terhadap perempuan, lanjut dia, mayoritas dilakukan oleh pasangannya. “Terjadinya kekerasan pada perempuan karena urusan asmara dan lainnya,” kata Masruhah.

Pihaknya menyebut angka kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Sampang setiap tahunnya menurun. Berdasarkan data dari Dinsos PPPA setempat, terhitung dari 2020 kekerasan anak 44 kasus dan perempuan 18 kasus.

Kemudian, pada 2021 jumlah kekerasan anak 45 kasus sedangkan perempuan sebanyak 7 kasus, lalu 2022 kekerasan anak 34 kasus dan perempuan 9 kasus. Sedangkan di 2023, sampai pertengahan tahun sudah ada 10 kasus kekerasan anak dan 8 kasus kekerasan perempuan.

“Kondisi semakin turunnya angka kekerasan anak dan perempuan di Sampang, berkat kerja sama semua pihak,” ungkapnya.

Masruhah menambahkan, penanggulangan kekerasan yang paling digiatkan adalah sosialisasi terhadap masyarakat dan lembaga pendidikan formal dan non formal. “Kasus banyak terjadi dilakukan oleh orang terdekat, maka perlu kita beri pemahaman sejak dini dari yang terdekat dulu,” pungkasnya. (Alim/*)

Baca juga:  Pelaku Pedofil di Sampang Dihukum 20 Tahun Penjara

Dapatkan Informasi Menarik Lainnya DI SINI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *