Perseteruan Aktivis PMII dan Dosen IAIN Madura Berakhir

0
75
Massa PMII saat menggeruduk IAIN Madura. (Foto: RUK/MI)

maduraindepth.com – Polemik terkait persoalan antara aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari komisariat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Pamekasan dengan Eko Ariwidodo, Dosen Ilmu Filsafat IAIN Madura akhirnya diselesaikan dengan minta maaf.

Penyelesaian itu dilakukan langsung oleh Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim dengan cara mempertemukan kedua belah pihak yang sedang berseteru.

Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim mengatakan, kalau Eko Ariwidodo sudah minta maaf dengan tulus dan mengakui kesalahannya kepada aktivis PMII Komisariat IAIN Madura. Permintaan maaf itu sudah diterima dengan lapang dada oleh aktivis PMII Komisariat IAIN Madura.

“Tentu saya sebagai rektor sangat bahagia karena sudah selesai dan permasalahan ini juga akan menjadi pembelajaran bersama ke depan. Tidak hanya antara dosen dan mahasiswa aktivis PMII saja, tapi antara yang lain juga semua harus berhati-hati,” ungkap Mohammad Kosim, Kamis (28/11/2019).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dalam pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan itu langsung dihadiri oleh Ketua PMII Komisariat IAIN Madura. Selain itu juga dihadiri oleh Ketua PMII Cabang Pamekasan dan Eko Ariwidodo, Dosen Ilmu Filsafat IAIN Madura.

“Harapan saya ke depan, tentu semua pihak harus saling menghomarmati dan saling menahan diri. Kalau itu berjalan dengan baik insya Allah tidak akan ada konflik yang terjadi lagi,” harapnya.

Sekedar diketahui polemik antara aktivis PMII dari komisariat IAIN Madura, Pamekasan dengan Eko Ariwidodo, Dosen Ilmu Filsafat IAIN Madura terindaksi dengan adanya dugaan pengrusakan logo kebesaran PMII yang dilakukan oleh Eko Ariwidodo.

Dari permasalahan itulah ratusan aktivis dan pengurus PMII IAIN Madura, Pamekasan, menggeruduk Kampus IAIN Madura pada Senin (18/11/2019) lalu.

Dalam demonstrasi tersebut mereka meminta agar Rektor IAIN Madura memecat oknum Dosen, Eko Ariwidodo sebagai Anggota Senat Kampus, Rumah Jurnal IAIN Madura, dan dikeluarkan dari dosen tetap dan Aparatur Sipil Negara (ASN). (RUK/MH)