Pelaku Usaha di Sampang Datangi Diskumnaker Pertanyakan Bantuan UMKM

138
Pelaku Usaha Mikro Sampang
Beberapa pelaku usaha mikro saat mendatangi Diskumnaker Sampang untuk mengusulkan bantuan, Jum'at (4/9). (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Pelaku usaha di Sampang menyambangi Dinas Koperasi dan Ketenagakerjaan (Diskumnaker) setempat untuk meminta program bantuan yang diperuntukkan bagi UMKM. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada sosialisasi terkait bantuan senilai Rp 2,4 juta yang dikeluhkan tersebut.

Salah satu pelaku usaha mikro, Iman asal jalan Teuku Umar, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang mengatakan, dirinya baru mendapat informasi hari ini, Namun saat ingin mengusulkan untuk mendapat bantuan tersebut, dirinya diminta agar mengusulkan melalui website yang telah ditetapkan.


“Tadi saya sudah usulkan ke petugasnya, tapi diminta untuk melalui website, tapi websitenya tidak bisa dibuka, terus harus bagiamana. Ini kan website dari pusat, harusnya dinas bisa menampung usulan kami secara manual,” ujarnya, Jum’at (4/9).

Dikatakannya, terkait informasi bantuan bagi pelaku usaha mikro, dirinya baru mendapat kabar dari saudaranya yang berada di jalan Suhada. Sehingga dia langsung mengunjungi Diskumnaker untuk mendaftar.

“Namun sampai di sini tidak bisa mengusulkan, dari pihak dinas pun tetap meminta agar kami mendaftar melalui web,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Uis Meilono, salah satu usaha mikro yang juga sebagai bendahara paguyuban pedagang Taman Kota. Dia mengaku tidak mengetahui adanya informasi tersebut. Bahkan wakil ketua paguyubannya saat dikonfirmasi juga tidak mengetahui adanya bantuan tersebut.

Baca juga:  Membuktikan Karya, Pemuda KSL Launching Buku 'Pemuja Berhala'

“Beberapa waktu lalu kami hanya didata 3 kali, namun untuk apa kami tidak tahu,” ungkapnya.

Sekretaris Diskumnaker Sebut Bantuan Senilai Rp 2,4 Juta, Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi dan UM Enggan Berkomentar

Sementara itu Sekretaris Diskumnaker Sampang, Tri Jayadi mengatakan, sebab pandemi COVID-19 para pelaku usaha mikro di Sampang merasakan dampaknya. Karena itu, dia berharap dengan adanya bantuan tersebut para pelaku usaha bisa benar-benar terbantu.

“Jadi hal ini merupakan kesempatan agar bisa tercover dengan bantuan tersebut,” ujarnya.

Dia melanjutkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melayangkan surat kepada pihak kecamatan untuk dapat mensosialisasikan bantuan tersebut kepada para pelaku usaha mikro di daerah masing-masing. Dia mengklaim saat ini pihaknya sudah mengantongi sebanyak 30.618 pelaku usaha mikro yang terdata per tahun 2020.

“Nanti per akhr tahun akan diverifikasi lagi,” tandasnya.

Diungkapkan, bantuan bagi pelaku usaha mikro senilai Rp. 2.400.000 nantinya akan ditransfer oleh pemerintah pusat melalui Bank yang sudah ditunjuk.

“Biasanya melalui rekening BRI, karena setahu saya kalau program pemerintah pusat biasanya menunjuk bank yang berkala Nasional,” pungkasnya.

Ditanya soal kuota penerima bantuan, dia tidak bisa menjelaskan. Menurutnya yang lebih paham adalah di bagian bidang.

“Insya Allah minggu-minggu ini, nanti kami akan korfimasikan kepada para pelaku usaha, karena berkaitan dengan persyaratan lainnya. Kemarin hanya dimintai foto-foto KTP dan nomer HP saja,” urainya mantan Camat Karang Penang itu.