PDAM Trunojoyo Jalin Kerjasama dengan RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang

Kedua belah pihak Dani Darmawan dan Agus Akhmadin saat menunjukkan berkas perjanjian kerjasama, di aula PDAM Trunojoyo, Rabu (23/6). (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Sampang. Kerjasama ini bertujuan untuk saling melengkapi, mendukung dan mendorong optimalisasi layanan kepada masyarakat.

Melalui kerjasama ini diharapkan tidak ada lagi peristiwa air mati yang terjadi di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang. Sebab sebelumnya, air di toilet umum maupun di ruang rawat inap rumah sakit pelat merah itu sempat mati. Sehingga mendapat respon kurang baik dari keluarga pasien.


Direktur Utama (Dirut) PDAM Trunojoyo Dani Darmawan menyampaikan, kerjasama ini tidak hanya berorientasi pada profit saja. Melainkan juga untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kota Bahari.

“Kami juga mempertimbangkan tarif RSUD dr. Mohammad Zyn yang tergolong kelas sosial dibawah swasta,” ucap Dani, Rabu (23/6).

Dani menerangkan, salah satu yang menjadi bahasan penting pada proses kerjasama tersebut yaitu soal pembenahan maupun renovasi pipanisasi berikut instalasinya. Namun menurutnya, pihaknya tetap menyesuaikan dengan kondisi, kebutuhan dan anggaran dari pihak RSUD dr. Mohammad Zyn.

“Secara teknis ini merupakan tupoksi dari Perumda Air Minum Trunojoyo, guna meningkatkan pelayanan publik,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn, dr. Agus Akhmadin menyebut bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari sinergitas antar OPD yang ada. Sehingga bisa memunculkan simbiosis mutualisme.

Baca juga:  Jumlah Siswa dan Rombel PPDB SMA 2019 di Pamekasan

“Alhamdulillah, saat ini di tandon penyimpanan air maupun di setiap ruangan, khususnya ruang rawat inap sudah normal kembali, masyarakat bisa menggunakan lagi dengan nyaman tanpa keluhan,” ungkapnya.

Agus menegaskan, kerjasama itu untuk pemenuhan layanan air bersih. Termasuk pembenahan instalasi maupun pipanisasi yang perlu di renovasi.

Sebelumnya, sambung dia, hanya menggunakan sambungan dari PDAM dan mendatangkan tangki air secara rutin. Namun belum bisa memberikan alternatif.

“Tetapi setelah bekerjasama dengan Perumda Air Minum Trunojoyo, masalah yang ada berangsur angsur dapat teratasi,” pungkasnya. (Alim/MH)