PAD Sampang Naik 13 Persen Sepanjang 2020

PAD Sampang 2020
Sumber data: BPKAD Sampang, 23 Desember 2020. (FOTO: MH/MI)

maduraindepth.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sampang di tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 13 persen dibanding tahun 2019. Kenaikan tersebut terdapat pada pendapatan pajak daerah sebesar 104,35 persen yang mengalami surplus di tahun 2020.

Selain itu, pendapatan retribusi daerah sebesar 71,24 persen, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah 98,84 persen dan lain-lain PAD yang sah sebesar 97,34 persen.


Dari kenaikan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang berhasil melakukan pencapaian PAD 100 persen dari jumlah yang ditargetkan. Sehingga masih akan terdapat penambahan penerimaan PAD sebelum akhir tahun 2020.

“Kemarin dan hari ini masih akan ada lagi penerimaan dari kecamatan untuk pembayaran PBB, hitungan ini hanya per tanggal 23 januari 2020,” kata Chairijah Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sampang, Selasa (29/12).

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan program PAD tanpa batas untuk menggali potensi-potensi yang ada. Salah satunya dengan cara mencari potensi dari tingkat desa, kcamatan hingga kabupaten.

“Diantaranya pajak air tanah yang selama ini dikomersialkan, di Kecamatan Kota dan Kecamatan Jrengik itu banyak. Nah di tahun 2021 ini akan kita data semuanya,” tandasnya.

Dijelaskannya, selain itu juga terdapat pajak parkir yang selama ini dikelolla oleh masyarakat sekitar area pasar yang dilakukan secara komersial di sekitaran pasar.

Baca juga:  Olahraga Bersama Anti Rusuh, Kapolres Sampang Ajak Masyarakat Jaga Keamanan

Sambung Choirijah, “hal Itu juga akan kita data, soalnya tidak ada izin pengelolaan meskipun di lokasi rumah warga.” Hal ini, kata dia, sudah berdasarkan ketentuan aturan perundang-undangan nomor 28 tahun 2009, bahwa dalam setiap pengelolaan parkir baik memungut atau tidak yang berkaitan dengan usahanya dikenakan pajak parkir.

“Contoh di beberapa klinik, meski gak memungut akan tetapi karena ada pengeloaan parkir dalam izin usahanya maka dikenakan pajak parkir,” tegasnya.

Qori mengaku telah melakukan kerja sama dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sampang dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam melakukan penagihan-penagihan PAD yang masih terhutang. (RIF/MH)


Berikut daftar rincian laporan realisasi pendapatan daerah Pemerintah Kabupaten Sampang:
PAD Sampang 2020
Sumber data: BPKAD Sampang, 23 Desember 2020. (FOTO: MH/MI)

– PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)

  • Target Ro. 179.581.644.475,22,
  • Penerimaan Ro. 171.131.667.619,02
  • Sisa Rp. 8.449.976.856,20,
  • Hitungan persen (%) 95,29.

– PENDAPATAN PAJAK DAERAH

  • Target Rp. 26.020.835.000,00
  • Penerimaan Rp. 27.151.582.441,57
  • Sisa Rp. 1.130.747.441,57
  • Hitungan Persen (%) 104,35

– PAJAK HOTEL

  • Target Rp. 200.000.000,00
  • Penerimaan Rp. 230.657.492,00
  • Sisa Rp. 30.657.492,00
  • Hitungan Persen (%). 115,33

– PENDAPATAN RETRIBUSI DAERAH

  • Target Rp. 21.453.052.795,00
  • Penerimaan Rp. 15.284.437.451,00
  • Sisa Rp. 6.168.615.344,00
  • Hitungan Persen (%) 71,25

– PENDAPATAN HASIL PENGELOLAAN KEKAYAAN DAERAH YANG DIPI

  • Target Rp. 6.526.646.327,00
  • Penerimaan Rp. 6.451.077.700,01
  • Sisa Rp. 75.568.626,99
  • Hitungan Persen (%). 98,84