Kemenag Gelar Bimtek Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Se-Sampang

0
349
Kemenag Sampang Bimtek Penguatan Kompetensi
Khidmat: Suasana Seremonial pembukaan Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah, MI, MTs dan MA, yang digelar oleh Kankemenag Sampang di Aula Kankemenag Sampang, Selasa (3/12/2019). (RIF/MI).

maduraindepth.com – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Sampang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh 420 kepala madrasah dan calon kepala madrasah baik MI, MTs dan MA Se – Kabupaten Sampang, Selasa (3/12/2019).

Kegiatan Bimtek sendiri dilaksanakan dalam tiga tahap selama empat hari. Yakni sejak 3-6 Desember 2019 di Aula Kankemenag Sampang dan Aula MAN Sampang.

Kepala Kankemenag Sampang, H. Pardi, M.HI, mengatakan, kegiatan ini digelar dengan tujuan penguatan Kompetensi Kepala Madrasah MI, MTs dan MA Se-Kabupaten Sampang. Sebab, dalam hal ini kepala madrasah juga merupakan manager sekaligus direktur secara simultan dalam organisasi madrasah. Dalam artian, kepala madrasah diharapkan mampu menjalankan fungsi mempengaruhi orang banyak dalam pencapaian visi dan misi organisasi madrasah.

“Ketika kepala madrasah mampu memposisikan dirinya sebagai manager, maka akan mampu mempengaruhi orang banyak yang nantinya mampu memberikan dampak positif terhadap organisasi madrasah,” ujar H. Pardi saat memberi sambutan.

Menurut Pardi, fungsi dari sebuah kepala madrasah juga sebagai direktur organizer yang mampu membagi dan mengatur seluruh bagian madrasah. Baik itu Standar Nasional Pendidikan, mulai dari standar isi, proses pengelolaan, evaluasi maupun dalam pembiaayaannya.

Mulai tahun 2020, lanjut Pardi, kita akan mekakukan pembenahan, dan saya yakin kedepannya lembaga madrasah di Sampang akan melesat maju. Karena saya melihat dalam waktu dua minggu proses pendaftaran bimtek, peserta sudah mencapai 400 lebih. Sehingga hal ini merupakan bukti nyata bahwa lembaga madrasah memiliki sisi keinginan yang keras bahwa madrasah di Sampang ingin berbenah untuk dapat menuju pada tahapan berikutnya.

“Buktinya kepala madrasah dengan sukarela mau mendapatkan sesuatu dengan penerapan, tidak hanya sekedar memenuhi administratif karena sebuah keharusan,” tuturnya.

Kepala MAN Sampang: Yang Belum Tercover, Akan Ada Diklat Susulan

Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sampang, Fathorrahman mengatakan, mengacu pada BMA Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Kepala Madrasah. Kemudian mengacu pada BMA Nomor 24 Tahun 2018, dan terkai dengan adanya Surat Edaran (SE) Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor: B-510/KW.13.2.2/KP.02.3/09/2019 tentang bimbingan teknis kepala madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Untuk penyelenggaraan bersiftat mandiri, panitia terdiri dari pengurus Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI, KKM MTS dan KKM MA yang terdiri dari tiga angkatan. Setiap angkatan, lanjut Fathorrahman, dengan masing masing angkatan terdiri dari dua kelas.

Rinciannya, angkatan pertama akan dilaksanakan dari tanggal 3-6 Desember 2019, tahap II dilaksanakan tanggal 9-13 Desember 2019, dan tahap III akan dilaksanakan dari tanggal 15-19 Desember 2019. Masing-masing tahap terdiri dari dua kelas dengan jumlah masing-masing tahapan sebanyak 420 peserta.

“Narasumber terdiri dari kepala madrasah atau calon kepala madrasah, dengan narasumber yang mengacu pada balai diklat Surabaya, Kankemenag Jatim, Kemenag Sampang, Pokjawas, tokoh pendidikan dan perguruan tinggi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bagi yang tidak tercover dalam diklat saat ini, maka akan dilakukan diklat susulan. Sementara saat ini piihaknya masih fokus pada diiklat tahaap satu, tahap dua dan tahap tiga.

“Kami dari panitia sudah melaporkan kepada bapak Kasie Pendma Kankemenag Sampang,” ujarnya.

Sekedar diketahui, dalam acara pembukaan Bimtek yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berlanjut menyanyikan lagu Hymne Madrasah, menjadikan suasana acara seremonial pembukaan Bimtek yang digelar oleh Kankemenag Sampang melalui Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI, MTs dan MA, menjadikan suasana seremonial lebih khidmat. (RIF/MH)