Musim Hujan, Harga Garam di Pamekasan Naik

Petani garam sedang mengemas garam ke dalam karung di sebuah gudang penyimpanan di Pamekasan, Madura. (Foto : Ipn/MI)

maduraindepth.com – Musim hujan menjadi berkah bagi petani garam di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Sebab, harga garam rakyat di bumi Gerbang Salam itu mengalami kenaikan.

Budi, salah satu petani garam asal Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, mengatakan, dari bulan Juni sampai Oktober, harga garam berkisar antara Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu per ton. Namun, memasuki bulan November naik menjadi Rp 800 ribu per ton.


Budi mengungkapkan, naiknya harga garam akibat dampak datangnya musim hujan. Pasalnya, para petani sudah tidak bisa memproduksi garam lagi.

“Kalau musim hujan seperti saat ini petani sudah tidak memproduksi lagi. Sedangkan permintaan dari perusahaan masih banyak, sehingga membuat harga naik,” ungkapnya, Rabu (8/12) kemarin.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, total produksi pada tahun 2020 sebanyak 38.836,3 ton dengan luas lahan 923,7 hektare yang tersebar di tiga kecamatan. Sedangkan tahun 2021 sebanyak 27.005 ton dengan luas lahan 958,7 hektare.

Menurunnya jumlah produksi garam tahun jni disebabkan musim kemarau berlangsung lebih singkat dibanding tahun sebelumnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here