Modus Penipuan Baru, Mengaku Sebagai Kapolsek Manding

0
237
Kapolsek Mading
Kapolsek Manding Iptu Saifudin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Tak lama setelah Serah Terima (Sertijab) pergeseran Kepala Sektor (Kapolsek) yang dilakukan Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (17/9) kemarin, beredar isu adanya oknum yang mengaku sebagai Kapolsek Kecamatan Manding. Isu itu diketahui saat Intel Polsek Kecamatan Manding, Joko, menerima informasi dari salah satu Kepala Desa (Kades), Kasengan.

Kronologi kejadian, Kades Kasengan pada hari Selasa, (17/9) kemarin, ditelpon salah seorang oknum tidak dikenal dengan mengatasnamakan Kapolsek Kecamatan Manding. Dalam sambungan telepon itu, ia meminta bantuan dana untu mengambil bantuan Mobil yang diberikan Kepolisian Daerah (Polda).

“Jadi ada salah satu oknum yang mengaku sebagai Kapolsek Manding yang baru dan meminta bantuan dana kepada salah satu Kades Kasengan,” terang Kapolsek Kecamatan Manding Iptu Saifuddin kepada maduraindepth.com di kantornya, Rabu, (18/9).

Mantan Kepala Bagian Personil (Kasubagpers) Polres Sumenep ini menjelaskan jika hal tersebut sudah termasuk model atau modus sindikat.

“Ini sudah sebagian modus sindikat. Namanya tidak disebutkan siapa, hanya menghubungi melalui telpon ke Kades, bahwa oknum ini meminta dana untuk mengambil bantuan mobil dari Polda,” terangnya.

Pihaknya juga menjelaskan jika setiap pergeseran Kapolsek rawan informasi palsu ataupun berita hoax.

“Setiap pergantian Kapolsek dimana saja rawan hal yang begini, berita hoax,” katanya.

Atas kejadian tersebut, pihak Polres langsung melacak nomor telpon yang telah mengaku sebagai Kapolsek Kecamatan Manding. Alhasil data berhasil didapatkan.

“Sudah kami lacak nomor orang yang telah nelpon Kades Kasengan ini. Dan setelah kami lacak di Polres, orang tersebut orang Jawa Barat, Depok,” tuturnya.

Tidak sampai disitu saja, pihaknya terus berkoordinasi dengan Mapolda Jawa Barat dalam penangkapan oknum yang mengaku sebagai Kapolsek Kecamatan Manding yang baru.

“Kami akan terus usut kasus ini, dan akan juga sosialisasikan ke seluruh Kades Kecamatan Manding, jika menemukan hal yang janggal, langsung menghubungi kami,” pungkasnya. (MR/MH)