Minta Usut Dugaan Pelecehan Aktivis Perempuan, Puluhan Mahasiswi Datangi Mapolres Sumenep

Demo Sumenep
Puluhan aktivis perempuan melakukan demonstrasi di depan Mapolres Sumenep, Jumat (16/10). (Foto: AJ/MI)

maduraindepth.com – Puluhan aktivis perempuan mendatangi Mapolres Sumenep, Jumat (16/10). Massa yang terdiri dari gabungan Korp PMII Putri (Kopri) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu menuntut pihak kepolisian mengusut kasus dugaan pelecehan kepada aktivis perempuan oleh oknum yang diduga anggota polisi.

Massa aksi yang terdiri dari aktivis perempuan itu melakukan demonstrasi dengan berorasi di depan Mapolres Sumenep. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari Polres Sumenep.


Dalam orasinya, Ketua Cabang GMNI Sumenep Maskiyatun menjelaskan bahwa dugaan pelecehan yang dimaksud terjadi usai demonstrasi yang dilakukan oleh gabungan aktivis Sumenep di kantor DPRD Sumenep beberapa waktu lalu. Usai melakukan demo penolakan UU Omnibus Law tersebut, tersebar video tik-tok yang menampilkan beberapa foto aktivis perempuan Sumenep. Selain menampilkan foto-foto aktivis Sumenep, video tersebut juga menampilkan foto-foto wanita tuna susila.

”Kemarin ada yang membuat di Tik-tok, video salah seorang orator perempuan yang berorasi saat demo di depan DPRD, kemudian disambung dengan foto-foto pelacur. Nah, ini sudah termasuk pelecehan,” ungkap Maskiyatun.

Selain itu, kata dia, video yang dinilai mencederai harga diri aktivis perempuan Sumenep itu juga dia temukan di story media sosial WahatsApp milik oknum yang diduga anggota polisi. ”Foto profilnya itu pakai seragam,” katanya.

Baca juga:  Pengedar Narkoba Asal Sampang dan Pamekasan Dibekuk Polisi Sumenep Madura

Setelah melakukan orasi, massa aksi ditemui langsung oleh Kapolres Sumenep AKBP Darman. Menanggapi tuntutan demonstran, Darman mempersilahkan massa aksi untuk menempuh jalur hukum untuk membuktikan kebenaran dari dugaan tersebut.

”Kalau adik-adik mahasiswa sudah punya bukti, silahkan laporkan. Tentu laporanya jangan ke kami, nanti dikira kami tidak netral,” jelasnya.

Setelah mendengar tanggapan dari Kapolres Sumenep, massa mengaku tidak puas. Mereka berjanji akan kembali melakukan aksi serupa. ”Kami akan kembali melakukan aksi sampai keadilan ditegakkan,” tandas Maskiyatun.(AJ/MH)