Mensyukuri Lautan dengan Rokat Tasek Baranta Tinggi Pamekasan

Rokat Tasek
Pelaksanaan prosesi Rokat Tasek, Warga Desa Baranta Tinggi Pamekasan saat hendak melarung ke tengah laut. (Foto: RUK/MI)

maduraindepth.com – Di siang hari yang terik Jurnalis maduraindepth.com sampai di lapangan Desa Baranta Tinggi, Pamekasan. Tempat ratusan warga berkumpul mengikuti ritual Rokat Tasek, Jum’at, (18/9)

Ritual tersebut berisi doa-doa untuk keselamatan desa dan harapan selamat bagi para nelayan. Kemudian dialanjutkan dengan ceramah agama oleh kiai yang disampaikan dari atas panggung.


Selesainya ritual keagamaan itu, sekitar pukul 16:00 WIB. Ratusan warga beranjak mengikuti paruhu kecil yang berisi berbagai makanan dan hiasan bendera merah-putih. Selama perjalanan yang menempuh jarak sekitar 2 kilometer, rokat tasek tersebut diiringi dengan ul daul dan tarian pemuda Baranta Pasisir.

Sesampainya di tepi laut, mereka yang mengikuti rokat tasek diperlihatkan dengan pohon bakau yang rimbun. Burung-burung liar berterbangan kala angin yang riuh menggoyangkan pohon bakau itu.

Seorang warga yang menjadi ketua nelayan Baranta Tinggi, Mohammad Khosairi mengatakan, banyak ritual keagamaan yang dilakukan dalam acara Rokat Tasek tersebut. Diantaranya, mengkhatamkan Al-Qur’an semalam sebelum hari pelaksanaan.

“Acara ini dilakukan setiap tahun yang diisi dengan doa bersama, silaturahmi antar nelayan dan mendoakan keselamatan nenek moyang yang sudah meninggal,” terang Khosairi pada maduraindepth.com.

Menurutnya, Rokat Tasek dilaksanakan oleh warga Desa Baranta, Pamekasan ketika warga merasa memasuki musim paceklik. “Karena dalam keadaan paceklik jadi warga kompak melakukan rokat tasek,” ungkapnya.

Baca juga:  Desa Mandangin Lakukan Pencairan BST Tahap 11

Selain itu, kegiatan yang dilakukan usai salat Jumat itu untuk mempertahankan budaya warisan leluhur, ” Dalam acara ini kami dapat silaturahmi dengan warga setempat dan mendatangkan Bupati tapi saat ini diwakili oleh dinas perikanan,” imbuhnya.

Dengan pelaksanaan ritual Rokat Tasek, lanjut Khosairi, untuk mensyukuri kelestarian lingkungan Desa Baranta Tinggi dan harapan untuk Kesejahteraan nelayan.

“Doa bersama untuk kebaikan nelayan dan keselamatannya seluruh warga desa Baranta Tinggi,” (RUK/MH)