Melihat Semangat Pemuda dalam Kemajuan Desa

0
90
Alimudin
Penulis, Alimudin. (Foto: Dok. MI)
Oleh: Alimuddin

maduraindepth.com – Sejarah perjalanan bangsa Indonesia sejatinya tidak lepas dari keberadaan dan peran pemuda. Di negeri ini, peran pemuda sangat jelas terlihat pada awal perjuangan kemerdekaan itu sendiri, paska kemerdekaan bangsa. Singkat kata, dari prosesi tahapan-tahapan momentum kebangsaan, kita selalu menemui jejak tapak eksponen kepemudaan. Bung Karno (Presiden RI Pertama) pernah mengungkapkan kata-kata pengobar semangat “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia, jika ada sembilan pemuda lagi maka Indonesia pasti berubah”.

Dalam berbagai dokumen dan referensi, kiprah pemuda di Indonesia diawali pada permulaan tahun 1908 yang ditandai dengan berdirinya Budi Utomo. Semangat kebangkitan ini kemudian mengkristal dengan dideklarasikannya momentum besar, yaitu sumpah pemuda, pada tanggal 28 Oktober tahun 1928. Peristiwa ini memberi berbagai dampak pada kita Pertama, catatan penting dalam mempersatukan perjuangan pemuda dan perjuangan bangsa secara terpadu. Kedua, sumpah pemuda meletakkan arah dan tujuan perjuangan menentang kolonialisme. Ketiga, sumpah pemuda sejatinya adalah genealogi-politik menuju proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

“Kami putra-putri Indonesia”, begitu Sumpah Pemuda dibunyikan, “bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu yakni tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia.” Dalam torehan tinta sejarah bangsa, momentum tersebut telah menemukan sebuah konsepsi geo-politik (yaitu tanah air indonesia) dan identitas kebangsaan (yaitu bahasa indonesia dan simbol merah putih) yang memaknai eksistensi sebuah negeri berlabel Indonesia. Dengan arti kata, bahwa Sumpah Pemuda adalah sebuah pernyataan politik dan sekaligus gerakan kebudayaan yang mengawali sebuah aktivisme pergerakan kepemudaan.

Karena itulah, Tanggal 28 Oktober 1928, selayaknya tidak hanya disebutkan sebagai hari sumpah pemuda melainkan juga hari lahirnya bangsa Indonesia. Generasi muda memiliki posisi dan peran yang sangat vital dalam kehidupan kebangsaan Indonesia. Pemuda menjadi salah satu kunci terlahirnya Negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan di atas kemajemukan bangsa Indonesia.
Hal ini dapat dibuktikan dari peristiwa sejarah Indonesia yang memberikan gambaran tentang vitalnya peran pemuda yang bertumpah darah satu, yaitu tanah air Indonesia, sebagai pemuda yang berbangsa satu, yaitu bangsa Indonesia, dan berbahasa satu, bahasa Indonesia. hal tersebut menjadi sebuah cambuk bahwa pemuda menjadi kunci utama dalam perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Pemuda adalah salah satu komponen penting bangsa ini dalam memajukan pembangunan suatu bangsa, hal ini jelas adanya ketergantungn terhadap kader-kader pembangunan itu yang diharpakan bangsa saat ini. Oleh karena itu kedudukan dan peran pemuda dalam suatu masyarakat adalah hal fital bagi perkembangan daerah itu. Apalagi dalam era abad 21 ini, yakni era penuh dengan kompetisis, kreatifitas, dan prestasi yang luar biasa sangat diperlukan pemuda yang memiliki semangat untuk meneruskan cita-cita pembangunan itu.

Apabila kita membaca ulang sejarah kemerdekaan Indonesia, disitu dapat dilihat bahwa peran pemuda sangatlah besar mulai dari proklamasi sampai reformasi semuanya tidak akan terjadi tanpa adanya kiprah para pemuda. Dan pada masa ini pemuda ditantang untuk bisa menunjukan dan membangun Indonesia serta tampil memberikan solusi terbaiknya dalam mengatasi segala permasalahan juga memberikan harapan baru bagi bangsa ini untuk lebih baik lagi dalam pengembangan di segala bidang. Pemuda menjadi penting perannya bukan saja karena bagian terbesar dari penduduk Indonesia saat ini berusia muda, tetapi penting karena berbagai alas antara lain, pertama, pemuda adalah generasi penerus yang akan melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa. Kedua, kelangsungan sejarah dan budaya bangsa, corak dan warna masa depan suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh arah persiapan atau pembinaan dan pengembangan generasi muda pada saat ini. Ketiga, terjaminnnya proses kesinambungan nilai-nilai dasar Negara. Yaitu dipandang dari sudut semangat kepemudaan yakni sumpah pemuda 1928, proklamasi 1945, Pancasila dan UUD 1945.

Peranan generasi muda dalam pembangunan sangat penting, bukan saja karena pemuda sebagai lapisan masyarakat paling besar jumlahnya, melainkan pemuda sebagai tonggak harapan bangsa yang besar, dituntut untuk mampu meberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerahnya. Pemuda yang memiliki potensi, dedikasi tinggi, serta kreativitas yang tinggi akan mengantarkan kekayaan negeri ini melonjak begitu tinggi selaras apa yang dikatakan Koentjaraningrat bahwa pemuda suatu fase yang berada dalam siklus kehidupan manusia, dimana fase tersebut bias kearah perkembangan dan perubahan.

Karena itu pembangunan suatu daerah akan kehilangan arah jika para pemudanya hanya diam dan pasrah. Untuk itu dalam mencapai tujuan tersebut tidaklah harus hanya peran pemuda saja yang dibutuhkan, namun dari itu peran serta aksi dari lapisan masyarakat besreta pemerintah setempat berjalan beriringan dalam melihat dan memajukan daerah itu sendiri.

Tangtangan semakin besar dan harapan semakin luas pula, sebagai generasi penerus, pemuda terutama pelajar dan mahasiswa harus tangguh menghadapi tantangan yang nyata demi tercapainya tujuan dan cita-cita bangsa. Satu gerak langkah yang terarah, terpadu dan berkesinambungan akan mengantarkan kemajuan dan keharmonisan yang luar biasa, maka oleh karena itu perlu persiapan secara matang.

Usaha persiapan itu melalui program pembinaan generasi muda karena pembangunan membutuhkan generasi muda yang potensial, produktif, kreatif, serta mempunyai inspiratif yang konstruktif. Partisipasi generasi muda dalam pembangunan harus sejalan dengan cita-cita nasional, dalam lingkung