Mas Halim, Rumahmu Dulu Dimana?

Halim Perdanakusuma. (Foto: Istimewa)
Oleh: Faisal Ramdhoni *

Di bulan kemerdekaan ini, rasanya sangat penting untuk mengingat seorang jasa pahlawan yang berjuang di udara bernama Halim Perdana Kusuma.

Mengapa penting? Baca sampai tuntas alasan dan kisahnya berikut ini.


Selama perang kemerdekaan, Halim dikenal sebagai penerbang yang handal dan gagah berani. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya melakukan penyerangan udara merebut 3 kota yakni salatiga, Semarang dan Ambarawa pada tanggal 29 Juli 1947. Penyerangan ini merupakan bentuk balasan atas agresi militer I Belanda.

Tidak hanya itu, Ia bersama Iswahyudi melakukan penerbangan menerobos blokade Belanda yang dikenal sangat ketat, untuk misi mengangkut senjata dan amunisi. Namun kemudian naas menjemput, sekitar bulan Desember 1947 pesawat terbang yang ia kemudikan jatuh akibat cuaca buruk dan tebal.

Sungguh, sebuah kisah sejarah yang cukup heroik. Kisah seorang patriot bangsa yang tak kenal takut dan pantang menyerah memperjuangkan kemerdekaan bagi tanah air yang dicintainya.

Atas dasar itulah, tepat pada tanggal 10 November 1975 Pemerintah Indonesia menobatkan Halim Perdana Kusuma sebagai Pahlawan Nasional.

Membaca cerita di atas, tentu kita sebagai penerus perjuangan wajib mengenang jasa beliau. Apalagi kita sebagai orang Sampang. Sebab pejuang di Udara yang pemberani itu ternyata putra Sampang.

Iya, Halim memang dilahirkan di Sampang Madura pada tanggal 18 Nopember 1922. Ayahnya bernama Raden Muhammad Siwi yang berganti nama menjadi Haji Raden Muhammad Baharuddin Wongsotaruno, setelah pergi menunaikan ibadah haji. Ibunya bernama Raden Ayu Asiyah, putri Raden Ngabeki Notosubroto, Wedana Gresik, Jawa Timur.

Baca juga:  Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional, Said Abdullah: Mensos Setuju Segera Diproses

Abdul Halim P. merupakan anak keempat dari sembilan bersaudara. Ayahandanya adalah seorang Patih dari Sampang, Madura seorang penulis. Salah satu karangan bukunya berjudul “Batara Rama Sasrabahu”, yang ditulis dalam bahasa Madura.

Namun sayang, jejak-jejak kelahiran Halim Perdanakusuma di Sampang sulit ditemukan. Padahal hampir semua literatur menuliskan bahwa Halim lahir di Sampang.

Sejak 2 hari yang lalu kami mencoba mencari rumah tempat orang tuanya pernah tinggal dulu di Sampang, namun tidak ada yang bisa menunjukkan secara pasti.Masih terlalu banyak versi yang belum jelas kebenarannya.

Sungguh sangat eman! Andai rumahnya bisa ditemukan mungkin akan menjadi “branding” kabupaten Sampang. Bahwa dari tanah yang gersang ini lahir seorang Pahlawan Bangsa yang pemberani. Nilai ini belum dimiliki oleh Kabupaten lain di Madura.Serta, mungkin juga saat ini banyak yang tidak tahu bahwa Halim Perdana Kusuma merupakan Pahlawan Nasional Asli Sampang.

Sampai seorang kawan menyeletuk, jika nanti benar-benar tidak ada informasi yang akurat, perlulah nanti mengadakan ritual dialog arwah sambil bertanya “Mas Halim, Rumahmu dulu di mana?”.

*Penulis adalah Ketua Lakpesdam PCNU Sampang.