Macet Di Pasar Tumpah Hari Rabu, Adakah Jalan Keluar?

0
63
Kondisi arus lintas sepanjang jalan Sumenep-Pamekasan macet total. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Kemacetan kerap terjadi di Pasar Pragaan, Kecamatan Prenduan, Sumenep. Pasar tumpah yang digelar setiap hari Rabu itu kini mejadi sorotan publik karena selalu menimbulkan kepadatan kendaraan.

Menurut penganatan maduraindepth.com di lokasi, kemacetan disebabkan banyaknya pedagang yang membuka lapak hingga menutup sebagian badan jalan. Bahkan, banyak pedagang yang tidak kebagian kios dan membuka lapak di luar bangunan pasar.

“Ini sudah biasa, para pedagang mencari nafkah di pasar, jadi sudah dari dulu setiap hari Rabu di pasar ini sering macet. Jadi bukan hal baru lagi, sudah seperti tradisi,” kata Rusman, pengguna roda empat saat menunggu arus macet di pasar tersebut, Rabu (9/10).

Bagaimana regulasi pengamanan arus lalu lintas di Pasar Pragaan ? maduraindepth.com berhasil menerima informasi Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Prenduan, A. Priyadi. Pihaknya menjelaskan, arus macet di pasar tumpah tersebut terpantau aman, meski antara pukul 07.00 sampai pukul 09.00 WIB sering terjadi antrian panjang, baik dari timur maupun arah barat menuju kota.

“Kami dari Polsek Prenduan rutin setiap hari Rabu melakukan pengamanan personil di sana,” ungkapnya.

Menurut dia, penyebab utama kemacetan adalah semakin bertambahnya jumlah pedagang. Sementara bertambahny jumlah pedagang itu tidak dibarengi dengan penambahan fasilitas.

“Sebenarnya kondisi pasar sudah berkembang, sehingga kondisi di dalam itu sudah penuh, makanya para pedagang saat ini sudah jualan di luar,” terangnya.

Namun, hal ini harus ada regulasi baru, kata A.Priyadi. Sebab, macet yang berkepanjangan juga membuat pengendara resah dan terganggu.

“Banyak alternatif sebenarnya, harus ada perluasan pasar contohnya, dan pelebaran jalan. Kan zaman semakin berkembang sedangkan kondisi pasar tetap dan jalan tetap seperti itu. Sedangkan akses jalan masih tetap dan pasar semakin berkembang makanya terjadilah macet setiap hari Rabu,” sarannya.

Dari hal lain, maduraindepth masih mencoba menghubungi Kepala UPT Pasar Kabupaten Sumenep Purnomo, terkait langkah apa yang akan di ambil terkait pasar serta penataan pedagang di pasar tersebut, namun belum ada jawaban saat dihubungi melalui sambungan selulernya. (MR/AJ)