Kyai Syaifiuddin Siap Bina Tajul Muluk dan Pengikutnya, Berharap Mantan Syiah Kembali Pulang

Syiah Sampang
Prosesi ikrar sejumlah pengikut syiah kembali ke Aswaja di Musala Ponpes Darul Ulum. (FOTO: Shutterstock MI)

maduraindepth.com – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Garsempal, Omben, Sampang KH Syafiuddin Wahid mengaku siap membina mantan penganut paham syiah Sampang yang kini masih berada di pengasingan. Bahkan dia mengaku siap jika pembinaan ditempatkan di pesantrennya.

“Ponpes kami terbuka lebar, kami sangat senang apabila Ponpes kami dijadikan tempat untuk dilakukan pembinaan terhadap pengikut syiah yang telah kembali ke Aswaja,” ujarnya pada maduraindepth.com, Senin (30/11).


Pihaknya, sambung Kyai Syafiuddin, bersama sejumlah tokoh agama berharap kehidupan Tajul Muluk beserta pengikutnya yang sudah kembali ke Aswaja bisa berjalan seperti semula. Sehingga terjalin kerukunan antara Tajul Muluk beserta pengikutnya dengan masyarakat di tempat asal mereka.

“Pembinaan masih dilakukan pembahasan, keputusannya nanti bagaimana akan kami informasikan setelah keputusan dari Pemkab Sampang,” tuturnya.

Dia tidak menutupi, bahwa di tempat pengungsian di Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo masih terdapat sejumlah pengikut paham syiah yang enggan berikrar kembali ke paham Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) atau sunni. “Salah satunya Ummu Hanik yang belum mau berikrar,” ungkapnya.

Terpisah, Humas Kemenag Sampang, Faisol Ramdhoni menyampaikan, pembinaan terhadap pengikut syiah yang sudah kembali ke Aswaja pasti akan dilakukan. Namun belum bisa ditentukan kapan waktunya, karena pihaknya masih menunggu kepastian dari Pemkab Sampang.

Baca juga:  Terima Penghargaan dari Bupati, Faisol: Jalan Penyelesaian Konflik Syiah Masih Panjang

“Saat ini Pemkab masih melakukan komunikasi,” katanya.

Jika sudah dilakukan pembinaan, Faisol berharap, Tajul Muluk beserta pengikutnya bisa dipulangkan kembali ke alamat asalnya. Yakni di Nangkernang, Omben, Sampang.

“Semoga masyarakat di Nangkernang bisa kembali menerima mereka seperti sedia kala,” tandasnya. (RIF/MH)