Tokoh Pemuda Syiah Sampang Berikrar Kembali ke Aswaja

Tokoh pemuda syiah sampang ikrar kembali ke aswaja
Sembilan aktivis muda Syiah Sampang saat ikrar kembali ke Aswaja di Pondok Pesantren Darul Ulum, Gersempal, Omben berlangsung sukses dan lancar, Jumat (30/7). (FOTO: Agus Wedi/MI)

maduraindepth.com – Mohammad Zaini (35) selama ini dikenal sebagai tokoh pemuda Syiah dari Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Namun kini, pria asal Desa Blu’uran, Kecamatan Karangpenang itu memutuskan meninggalkan paham Syiah dan kembali ke paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Zaini berikrar kembali ke Aswaja di hadapan para kyai di Pondok Pesantren Darul Ulum, Desa Gersempal, Kecamatan Omben, pada Jumat (30/7).


“Dengan ini saya menyatakan melepaskan diri dari aliran Syiah dan kembali ke ajaran Ahlussunah Wal Jamaah,” ucap Zaini saat membacakan ikrarnya.

Zaini mengaku kembalinya ke paham Aswaja atas dasar kesadaran diri sendiri. Dia menegaskan, dalam memutuskan meninggalkan paham Syiah tidak ada paksaan dari pihak manapun.

“Semua itu saya lakukan atas kesadaran diri, sehingga sebelum ikrar ini dilakukan saya menemui kepala desa dan sejumlah tokoh masyarakat di Desa Blu’uran” ujar Zaini.

Saat ikrar, Zaini tidak seorang diri. Dia bersama delapan pemuda pengikut Syiah lainnya ikrar kembali ke paham Aswaja dan disaksikan oleh puluhan tokoh ulama dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Omben dan Kecamatan Karangpenang.

Usai berikrar, Mohammad Zaini bersama delapan aktivis muda Syiah Sampang itu resmi kembali ke paham Aswaja yang merupakan paham mayoritas muslim sunni di Kabupaten Sampang.

Selesai berikrar, Zaini berharap seluruh warga eks Syiah yang saat ini masih mengungsi di Rusunawa Jemundo, Sidoarjo bisa diterima dan bisa pulang kembali ke kampung halaman. Di sisi lain, pihaknya juga berharap kedepan tidak terjadi lagi konflik yang sama di Kabupaten Sampang.

Baca juga:  Terima Penghargaan dari Bupati, Faisol: Jalan Penyelesaian Konflik Syiah Masih Panjang

“Kami berharap semua bisa pulang ke kampung dan pemerintah berkewajiban untuk menyiapkan segala sesuatunya terkait pemulangan. Mulai dari pembangunan rumah kami dan lainnya,” kata Zaini.

MUI Sampang: Ikrar Proses Islah

Ketua MUI Sampang KH. Bukhori Maksum saat sambutan menyampaikan rasa kebahagiaannya dengan adanya ikrar tersebut. Menurutnya, ikrar tersebut harus disambut dengan baik dan senang hati

“Sebab ini bagian dari proses Islah (perdamaian),” tutur Kyai Bukhori.

Kata Kyai Bukhori, ikrar tersebut membawa hikmad dan maslahah bagi perkembangan penyelesaian konflik sosial yang pernah terjadi di Sampang.

“Atas nama MUI saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan saudara-saudara saya yang dari Jemundo untuk berikrar. Ini semakin menunjukkan perkembangan yang cukup baik bagi upaya penyelesaian konflik,” ujarnya.

Berikut Sembilan Aktivis Muda Syiah Sampang yang Kembali ke Aswaja

1. Wasil, laki-laki, 31 tahun, alamat Desa Blu’uran, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang
2. Zaini, laki-laki, 35 tahun, alamat Desa Blu’uran, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang
3. Moh Sofi laki-laki, 31 tahun, alamat Desa Blu’uran, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang
4. Hotija, perempuan, 37 tahun, alamat Desa Blu’uran, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang
5. Misriyah, perempuan, 24 tahun, alamat Desa Blu’uran, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang
6. Musa, laki-laki, 21 tahun, alamat Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang
7. Moh Hosen, laki-laki, 19 tahun, alamat Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang
8 Qurotul Aini, perempuan, alamat Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang
9. Rismiati perempuan, alamat Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang