Pemulangan Eks Syiah Tunggu Keputusan Gubernur, Bupati Sampang: Kalau Nunggu Terus Kapan Realisasinya?

Eks Syiah Sampang Batal Pulang
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi. (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Pemulangan mantan pengikut Syiah ke Sampang, Madura, kembali tertunda. Hal itu disebabkan karena masih menunggu keputusan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Semula, rencana pemulangan akan dilaksanakan pada 22 Desember 2021. Kemudian ditunda hingga Januari 2022. Hingga saat ini, Eks penganut aliran Syiah tersebut masih bertahan di pengungsian, Rusunawa Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo.


Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyatakan, pihaknya tidak bisa memastikan pemerintah daerah melakukan penjemputan warganya di pengungsian. Ia mengaku, hingga sekarang pihaknya masih menunggu keputusan gubernur Jawa Timur.

“Untuk melakukan pemulangan, kami masih menunggu keputusan dari gubernur Jatim,” terang H. Idi, Jumat (14/1).

Padahal, kata H. Idi, dalam proses pemulangan hingga penyambutan 25 kepala keluarga (KK) mantan penganut Syiah itu, pemerintah daerah sudah memiliki konsep sendiri.

“Kami punya konsep untuk proses pemulangan nanti, setalah warga dijemput ke Jemundo, pulangnya harus mampir ke Pendopo,” ujarnya.

H. Idi mengungkap, sebelumnya pemulangan direncanakan paling lambat tanggal 20 Januari 2022. Kendati keputusan gubernur tak kunjung keluar hingga saat ini.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jatim. Namun, jika koordinasi itu tak membuahkan hasil, pihaknya akan tetap melakukan penjemputan.

“Kami tetap akan melakukan pemulangan karena yang mengetahui situasi di bawah adalah kita, kalau menunggu seperti ini terus, kapan realisasinya,” pungkasnya. (Alim/MH)