Kemendikbud RI bersama Bupati Sampang Resmikan Gedung Bengkel Konstruksi Poltera

Poltera Sampang
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinto dan Direktur Poltera Sampang Arman Jaya melakukan pemotongam pita dalam acara peresmian Gedung Bengkel Kontruksi Poltera Sampang, Jumat (9/4). (Foto: Arief Tirtana)

maduraindepth.com – Gedung bengkel konstruksi Politeknik Negeri Madura (Poltera) Sampang diresmikan, Jumat (9/4). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D dan Direktur Poltera Sampang Dr. Armajaya STM.

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur wilayah Sampang, para direktur Politeknik Negeri serta Akademi Komunitas Negeri, dan Penasehat Industri Poltera.


Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dalam sambutannya mengatakan, sebagai kepala daerah pihaknya mengapresiasi peresmian gedung bengkel konstruksi Poltera.

“Kami sebagai pemerintah daerah adalah bagaimana menyikapi Indek Pembangunan Manusia (IPM) di kabupaten Sampang. Betul kata Pak Direktur (Wikan Sakarinto) tadi, IPM Kabupaten Sampang sangat rendah,” ungkapnya.

Kendati demikian, Mantan DPR RI itu berharap kondisi itu bisa menjadi motivasi untuk berangkat bersama menyatukan persepsi. Sehingga bisa bersama-sama meningkatkan IPM Kabupaten Sampang.

“Alhamdulillah IPM Sampang sudah meningkat, saat ini kabupaten sampang sudah mulai merangkak,” ujar politisi yang akrab disapa H. Idi itu.

Dia menyampaikan, Kabupaten Sampang saat ini mengalami kekurangan guru. Pihaknya mengaku sering menjumpai sekolah-sekolah yang hanya memiliki satu guru berstatus aparatur sipil negara (ASN). Serta masih menjumpai banyaknya generasi bangsa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tunggi atau putus sekolah. Oleh karena itu, dia berharap ada program beasiswa bagi para generasi Kota Bahari.

Baca juga:  Pelabuhan Taddan Diharapkan Memberikan Dampak Signifikan

Di tempat yang sama, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D memaparkan, untuk meningkatkan IPM dibutuhkan sistem pendidikan vokasi pendukung ekosistem yang sudah disediakan oleh pemerintah.

“Rp 60 miliar yang kita dapatkan dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk membangun gedung dan isinya. Gedungnya cuma Rp 17 miliar, sedangkan peralatannya Rp 43 miliar. Termasuk untuk pengelasan logam yang mana nanti bisa melatih ratusan calon teknik per minggu atau per bulan,” paparnya.

“Dengan alat ini dalam melakukan pengelasan cukup dengan komputer. Di gedung senilai Rp 17 miliar ini terdapat beberapa peralatan excavator crane, ada peralatan mengenai teknologi manufaktur permesinan, kemudian ada laser cutting dan beberapa peralatan-peralatan laboratorium dasar. Artinya Rp 43 miliar akan kita masukkan di dalam gedung ini,” imbug Wikan.

Dia menyebut, tiga