Kasus Pelecehan Seksual oleh Oknum Kepsek di Klampis, Tak Kunjung Tiba di Meja Hijau

Pelecehan Seksual Bangkalan
Kasipidum Kejari Bangkalan Choirul Arifin. (FOTO: SA/MI)

maduraindepth.com – Pelecehan seksual yang dilakukan oleh MS (44) oknum kepala sekolan (Kepsek) warga Bragang kecamatan Klampis kabupaten Bangkalan terhadap guru TK NS (23), asal Desa Larangan Glintong Kecamatan Klampis kabupaten Bangkalan Madura hingga saat ini masih belum sampai pada pengadilan.

Kasus yang tak patut ditiru itu bahkan sudah dilakukan rekonstruksi pada 17 Oktober 2020 di rumah MS yang dijadikan Tempat Kejadian Perkara (TKP).


Kepala Seksi Pidana Tindak Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Bangkalan Choirul Arifin menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap kelengkapan berkas yang sudah dilimpahkan oleh pihak kepolisian.

“Sekarang masih dipelajari dan diteliti lagi oleh jaksa, apakah sudah terpenuhi semua apa belum petunjuk yang diberikan oleh jaksa,” ujarnya terhadap Tim maduraindepth Bangkalan saat dikonfirmasi, Selasa (8/12)

Saat ditanya kapan berkas akan dilimpahkan terhadap pengadilan negeri (PN) Bangkalan, lelaki yang kerap memakai arloji kulit itu mengungkapkan semua tergantung penyidik kepolisian untuk menggali dan mengumpulkan bukti-bukti.

“Intinya bukti-buktinya masih kurang (alat bukti),” tutupnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan Agus Sobarnapraja saat ditemui di ruangannya menjelaskan, bahwa berkasnya sudah dilimpahkan kepada kejaksaan sejak dua pekan yang lalu.

“Kita harus melaksanakan apa yang menjadi pertanyaan jaksa, jika ada yang kurang ya kita penuhi,” ungkapnya.

Baca juga:  Barang Bukti 203 Kasus di Bangkalan Selama Setahun Dimusnahkan

Hingga saat ini pihak kepolisian masih menunggu instruksi dari kejaksaan untuk kelengkapan berkas yang sudah dilimpahkan. Apakah ada yang kurang atau sudah dinyatakan lengkap.

“Sekarang kami sedang menunggu dari kejaksaan, apakah ada petunjuk lain atau langsung bisa P21,” pungkasnya. (SA/MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here