Harap Ada Kesejahteraan Para Guru, Dewan Pendidikan : Gaji Rp 200-300 Ribu Tidak Manusiawi

Guru
Guru saat mengajar di salah sekolah di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. (FOTO: RIF/MI)

maduraindepth.com – Di hari Guru Nasional Tahun 2020, Dewan pendidikan Kabupaten sampang, Zainuddin, berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan para guru honorer. Dia mengatakan, pada prinsipnya, negara sudah cukup banyak memberikan reward terhadap guru pegawai negeri sipil (PNS).

“Yang perlu kita perhatikan adalah guru honorer atau guru sukwan yang sampai hari ini pemerintah belum banyak ambil peran terhadap kesejahteraan mereka,” katanya, Kamis (26/11).


Menurutnya, jasa mereka, yakni guru honorer sudah banyak yang sudah dengan ikhlas telah dihibahkan kepada pendidikan. Namun tidak terlalu banyak dilirik oleh pemerintah, padahal beban mengajar mereka hampir menyamai guru PNS.

“Tidak jarang kita temukan di lapangan, ada oknum guru PNS yang malah memanfaatkan tenaga guru sukwan untuk mengajar kelasnya,” tambahnya.

“Saya pernah delapan tahun menjadi tenaga sukwan, jadi saya tahu persis gimana nasib mereka. Rasanya tidak manusiawi jika tiap bulan menerima honor antara dua ratus ribu hingga tiga ratus ribu dengan jarak tempuh 15 kilometer,” tandasnya.

Dikatakannya, dalam moment hari guru nasional ini pihaknya berharap pemerintah memiliki gebrakan baru dalam memperhatikan nasib guru honorer. “Jadikan ini prioritas, daripada pembangunan taman sekolah yang asas manfaatnya kurang dirasakan dalam pendidikan,” ucapnya.

Terkait permasalahan yang sebelum-sebelumnya banyak terjadi proses hukum terhadap guru karena memukul siswanya saat di sekolah, pihaknya berharap pemerintah dapat bijak menyikapi.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas Madrasah, PGMI Pulau Mandangin Gelar Proker

“Pertama alasan guru memukul atau menghukum siswa, jangan dilihat efek dari pukulan atau hukumannya dulu, karena guru tidak mungkin menghukum tanpa ada kesalahan. Sehingga dalam hal ini bpihak wali murid harus lebih memahami,” pungkasnya. (RIF/MH)