FPRB Sampang Bakal Tanam 10 Ribu Pohon di Awal Tahun 2022, DLH: Kita Dukung

FPRB Sampang
Ketua FPRB Kabupaten Sampang Moh. Hasan Jailani. (FOTO: FPRB for MI)

maduraindepth.com – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sampang berencana akan menanam 10 ribu pohon pada awal 2022 mendatang. Kegiatan ini menyusul suksesnya pelatihan dasar untuk relawan kebencanaan yang digelar pada pertengahan Desember 2021 lalu.

Ketua FPRB Kabupaten Sampang, Moh. Hasan Jailani menyampaikan, 10 ribu pohon itu akan ditanam di tiga lokasi berbeda. Yakni di Kecamatan Robatal, Karang Penang dan Tambelangan.


“Kemungkinan akan ditanam pada awal tahun 2022 melibatkan DLH, BPBD dan stakeholder lainnya,” ujar pria yang karib disapa Tretan Mamak itu, Sabtu (25/12).

Tretan Mamak mengkonfirmasi, sebelumnya rencana penanaman pohon itu sebanyak 20 ribu bibit. Namun setelah diajukan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Mojokerto hanya tersedia 10 ribu bibit saja.

Ia menjelaskan, tujuan penanaman pohon itu untuk penghijauan kembali daerah yang rawan bencana. Baik saat kemarau maupun musim hujan.

“Beberapa macam pohon yang akan ditanam seperti pohon jati, kelengkeng, durian, nangka, sirsak dan lain-lain,” terangnya.

Kata Tretan Mamak, daerah yang memiliki dataran tinggi di tiga lokasi tersebut akan menjadi prioritas penanaman ribuan pohon. Diharapkan, melalui kegiatan tersebut bisa menekan atau meminimalisir terjadinya longsor karena minimnya penghijauan.

“Kami jadikan trigger bagi semua kalangan untuk menanam sekaligus merawat tersedianya air dalam tanah sangat penting,” ucapnya.

Baca juga:  BPBD dan FPRB Sampang Komitmen Kurangi Risiko Bencana

Rencana itu mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang. “Kami dukung dan siap fasilitasi jika memang dibutuhkan,” ujar Kepala DLH Kabupaten Sampang A. Faisol Ansori.

Bahkan pihaknya juga menyanggupi armada secara gratis jika memang dibutuhkan. Ia menilai, penghijauan yang akan dilakukan FPRB itu merupakan langkah strategis untuk kawasan rawan longsor.

“Gratis tinggal berangkat saja. Kita dukung selagi itu baik dan bermanfaat untuk alam serta manusia,” tandasnya. (Alim/MH)