banner auto
banner auto

Kolaborasi Pentahelix di Sampang Akan Tanam Ribuan Bibit Mangrove

Pohon mangrove sampang
Perahu penumpang saat melintasi sungai yang dikelilingi pohon mangrove. (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Sejumlah relawan kebencanaan dan stakeholder di Kabupaten Sampang akan melakukan penanaman bibit mangrove di sepanjang pesisir pantai Camplong. Kegiatan ini bertujuan dalam upaya pencegahan abrasi serta menjaga kelestarian lingkungan laut.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sampang, Moh. Hasan Jailani menyampaikan, tahun ini pihaknya yang diberi kepercayaan oleh Dinas Kehutanan Jawa Timur untuk menanam pohon mangrove di sepanjang pesisir pantai.

“Ribuan orang nanti akan membuktikan tekad kebersamaan menanam dan merawat lingkungan pantai dengan tanaman mangrove,” ujarnya.

Disebutkan, penanaman bibit mangrove sendiri rencanakan akan dilaksanakan pada November 2022 dengan kolaborasi pentahelix. Baik dari sektor pemerintahan, swasta, pers, relawan kebencanaan, LSM, perusahaan migas, tokoh, santri, pelajar, dan mahasiswa.

“Stok bibit mangrove 20 ribu, cuma kita lihat kebersamaan ini karena target awal kita lima ribu bibit dulu,” tuturnya.

Dia menyebut, tahun sebelumnya pernah menaman 20 ribuan pohon di wilayah dataran tinggi. Namun saat ini mulai geser ke dataran rendah. Tepatnya di pesisir pantai selatan Camplong.

Tak hanya itu, pihaknya akan mengundang Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sampang, Slamet Junaidi ikut bersama menanam bibit mangrove untuk keselamatan lingkungan. “Kita akan lihat kekuatan tanaman, kemampuan pasang surut air laut, menyiapkan alat pendukung sebelum ditanam,” ungkapnya.

Sebab, menurut Tretan Mamak, jika penanaman awal ini sukses, kondisi pohon terjaga dan tetap bagus maka, selanjutnya akan dilakukan penanaman ulang yang lebih banyak.

“Kalau hasilnya kuat biar jadi contoh jika ada kelompok masyarakat lain ingin menanam tinggal eksekusi saja,” jelas Tretan Mamak.

Pihaknya berharap, kegiatan tahunan yang diinisiasi FPRB Sampang bersama stakeholder lainnya berjalan lancar, serta memberikan warna baru menjaga kelestarian alam. “Ini tanggung jawab kita semua, mitigasi kebencanaan harus tetap digaungkan demi masa depan generasi kita,” pungkasnya. (Alim/MH)

banner auto banner auto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Kirim Info