DPRKP Sampang Khawatir Tidak Bisa Kontribusi PAD IMB Sesuai Target

DPRKP
Salah satu perumahan di Kota Bahari terlihat sepi. (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Bangunan komersil dan hunian di Kota Bahari semakin marak. Sebab itu Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Sampang terus berupaya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) melalui izin mendirikan bangunan (IMB).

Namun demikian, karena dampak pandemi COVID-19 target PAD melalui IMB tersebut tahun ini sangat minim. Hal itu diungkapkan oleh Kabid Perumahan DPRKP Sampang, Roy Abdul Rokib, Selasa (1/9) kemarin.


Rokib mengatakan, tahun ini sebenarnya pihaknya memiliki target PAD sebesar Rp 600 juta dalam sektor IMB. Tapi karena pandemi virus Corona mengalami pengurangan menjadi Rp 400 juta.

“Itu pun masih jauh dari target. Bahkan saat ini pendapatan dari IMB hanya berkisar antara Rp 20 juta sampai Rp 25 juta,” ungkap Rokip pada maduraindepth.com.

Karena kendala bencana non alam tersebut tidak bisa menggenjot secara maksimal. Pihaknya baru bisa menggenjot dalam kurun waktu empat bulan kedepan. Terhitung sejak September, Oktober, November dan Desember.

Meski masih memiliki waktu selama empat bulan, dia khawatir pihaknya tidak bisa memberikan kontribusi PAD dari IMB sesuai target. Tapi dia berjanji masih akan berupaya semaksimal mungkin.

“Kami masih berupaya, tim sudah melakukan action, tentunya bersama tim dari dinas perizinan sudah mulai terjun ke lapangan,” katanya. (RIF/MH)