Dispertan Sampang Klarifikasi Kelangkaan Pupuk

Sampang
Plt. Kepala Dispertan Sampang, Suyona saat sesi wawancara di Gedung Paripurna DPRD Sampang. (FOTO : Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Sampang mengklarifikasi soal kelangkaan pupuk di Kota Bahari. Klarifikasi disampaikan dalam rapat Paripurna DPRD Sampang yang membahas tentang kelangkaan pupuk, Selasa (19/1).

Kepala Dispertan Sampang Suyono menyampaikan, anggaran pupuk bersubsidi di tahun 2021 meningkat. Semula hanya dianggarkan 20 persen, naik menjadi 50 persen.


“Dari sisi kuantitas stok pupuk cukup karena ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, jadi tahun sekarang tidak ada kekurangan untuk pupuk bersubsidi ini,” ujarnya.

Kendati demikian, untuk pendistribusian pupuk sebenarnya sudah mulai dibuka tanggal 12 Januari lalu. Namun karena surat keputusan dari provinsi masuk di tanggal 15 bahwasanya pupuk sudah bisa didistribusikan ke petani.

“Tapi ada beberapa kios yang SPJ-nya belum selesai. Torjun, Sokobanah sudah didistribusikan, cuma masih ada kekurangan, namun masing-masing kios sudah terisi sebanyak 9 ton pupuk,” bebernya.

Suyono mengatakan, petani yang belum memiliki kartu tani, bisa menggunakan KTP dalam pengambilan pupuk di kios yang sudah tersedia di masing-masing desa. Ia menyebut, di Kabupaten Sampang terdapat 80 kios yang membantu mendistribusikan pupuk kepada petani.

“Masyarakat yang punya kartu tani harus dipakai, sedangkan yang masih belum punya KTP, sementara pakai form penebusan yang disediakan oleh kios masing-masing lokasi, nantinya akan dicek kembali di RDKK untuk mengisi formulir,” tuturnya.

Baca juga:  Warga di Sumenep Tewas Dianiaya

Baca juga: Komisi II DPRD Sampang Sikapi Kelangkaan Pupuk di Tahun 2021

Terkait data yang belum masuk ke RDKK, pihaknya sudah menginformasikan dari tanggal 14-15 Januari, yang awalnya ada 112 ribu petani sekarang sudah bertambah jadi 148 ribu petani

“Kita tingkatkan lagi dari 148 ribu menjadi 161 ribu, namun saat ini ada tambahan menjadi 164 ribu yang sudah masuk ke sistem RDKK, artinya hanya yang terdaftar berhak menerima alokasi bantuan pupuk subsidi ini,” jelasnya.

Suyono juga menyinggung kuantitas pupuk yang dialokasikan untuk petani di Sampang. Menurutnya, khusus pupuk urea dari tahun ke tahun selalu merosot. Namun di tahun 2021 ini pupuk urea mengalami peningkatan signifikan.

“Tahun 2021 pupuk urea naik 200 persen, dari 16 ribu ton menjadi 35 ribu ton dan itu tertinggi se-Madura. Jet A kita berada di angka 10 ribu di bawah Pamekasan. Tetapi untuk MPK, SP dan Organik, tertinggi se-Madura, seperti pupuk SP naik 500 persen, dari 2 ribu ton jadi 14 ribu ton,” pungkasnya. (Alim/MH)