Komisi II DPRD Sampang Sikapi Kelangkaan Pupuk di Tahun 2021

Pupuk Sampang
Alan Kaisan Anggota DPRD Komisi II Sampang saat di ruang kerjanya (FOTO : Alimuddin/MI).

maduraindepth.com – Sesuai dengan laporan dari Dispertan Sampang saat rapat paripurna di Gedung DPRD Sampang, bahwa pupuk di tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal itu mendapat tanggapan serius dari Anggota DPRD Komisi II, Alan Kaisan. Ia menegaskan bahwa dalam penyaluran pupuk kalau terdapat kesalahan dan ada oknum tertentu yang terlibat, pihaknya akan bertindak tegas.


“Iya kami akan cek nantinya di lapangan, apakah memang ada oknum yang bermain atau memang adanya keterlambatan dari pihak pabrik dan distributor dalam menyalurkan pupuk tersebut ke petani,” tegasnya, Selasa (17/1).

Alan meminta semua tenaga penyuluh pupuk bisa menyampaikan pada petani sesuai data yang ada. Pihaknya mengingatkan, jangan sampai di tahun 2021 ada keluhan kelangkaan pupuk. Sebab bantuan pupuk tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

“Iya, harus disalurkan secara merata, karena dari laporan Dispertan Sampang, bantuan pupuk meningkat tahun 2021,” tandasnya.

Bahkan, Alan juga mengancam akan tutup kios jika ada oknum yang bermain dan terbukti terlibat terkait kelangkaan pupuk. “Karena ini hak masyarakat yang harus disampaikan, penyalur itu bagaimana menyampaikan pada petani sesuai dengan alokasi pupuk subsidi,” ujarnya.

Ditanya soal bantuan pupuk bersubsidi di tiap kecamatan, Alan belum bisa berkomentar soal itu. Sebab karena data yang ada belum direkap secara keseluruhan.

Baca juga:  Jaka Jatim Desak Kejari Usut Tuntas Sejumlah Dugaan Kasus Korupsi di Pamekasan

“Termasuk di Kecamatan Tambelangan, biasanya ada 10 desa namun penyuluhnya ada 14, ketidaksinkronan data itu dikhawatirkan ada kepentingan bisnis yang lain, sehingga masyarakat merasa kesulitan. Hal itu juga berakibat pada desa yang lain karena hak pupuknya diambil oleh kecamatan tertentu,” ungkapnya.

Meski demikian, kata Alan, pihaknya sudah memegang daftar nama penyuluh dan distributor untuk dilakukan pengecekan. Karena seharusnya dalam satu desa satu penyalur. “Terkait jumlah 14 penyuluh itu bisa dipotong jadi 10 sesuai data yang ada, sehingga tidak ada kecemburuan diantara kecamatan,” ucapnya.

Oleh karenanya, Alan merekomendasikan atas pemanggilan Kapala Dispertan dan seluruh penyuluh pupuk se-Kabupaten Sampang. Itu dilakukan untuk:

1. Meminta seluruh tenaga penyuluh untuk memaksimalkan tugas melayani pada petani.
2. Proteksi tentang kelangkaan pupuk jangan sampai para petani mengeluh, paling tidak petani hadir sendiri dimana lokasi pupuk disimpan, terutama di kios yang tersedia, jangan sampai ada yang kurang.
3. Harus ada roadmap program yang ada di masing-masing kecamatan dan kabupaten, baik jangka menengah maupun jangka panjang. Sehingga Kabupaten Sampang ini jelas terkait keberhasilan yang tercapai.
4. Harus ada edukasi tentang pelatihan pembuatan dan penanaman pupuk organik pada petani.
5. Memastikan terkait petani yang masih belum punya KTP dan Kartu Tani untuk segera mendapatkan, melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.