Dinkes P2KB Sumenep Optimalkan Program Pelayanan Kesehatan Melalui Ambulans Pusling

Dinkes p2kb sumenep ambulans pusling
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (Pakai topi) memeriksa mobil ambulans pusling di halaman Pemkab setempat, sebelum diserahkan ke 29 puskesmas yang ada di Kota Keris, Senin (6/5). (Foto: Moh Busri/MID)

maduraindepth.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep terus mengoptimalkan program pelayanan kesehatan. Salah satunya, yaitu dengan penyaluran hibah mobil ambulans puskesmas keliling (Pusling) kepada 29 puskesmas di Kota Keris.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Ellya Fardasah melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK), Moh Nur Insan mengatakan, pengadaan ambulans pusling tersebut bersumber dari anggaran pusat. Yaitu, melalui program Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sedangkan, mengenai peruntukan ambulans pusling itu, adalah untuk promosi pelayanan kesehatan. Maka dari itu, fasilitas yang tersedia di dalamnya terdapat pengeras suara sebagai alat untuk menyampaikan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat.

Secara umum, kata Nur Insan, tiap puskesmas sudah memiliki satu unit mobil ambulans reguler. Dari hal demikian, untuk keperluan rujukan pasien, diprioritaskan menggunakan ambulans reguler tersebut. Sedangkan, ambulans pusling diutamakan untuk sosialisasi.

“Ambulans pusling juga bisa dipakai untuk rujukan pasien. Asalkan, mobil ambulans yang reguler sedang terpakai,” jelasnya.

Fasilitas yang tersedia di dalam ambulans pusling, juga terdapat alat kesehatan (Alkes) untuk penanganan darurat. Seperti tabung oksigen, timbangan bayi dan lain sebagainya. Sebagaimana peruntukannya, mobil pusling ini diprioritaskan untuk fasilitas kegiatan posyandu.

“Melalui ambulans pusling ini, maka puskesmas bisa menciptakan inovasi promosi kesehatan sendiri. Tentunya, hal itu dilakukan dengan turun langsung ke rumah-rumah masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Perumusan Baju Adat Sampang, dari Kuluk Trunojoyo ke Tongkosan Cakraningrat IV

Pada dasarnya, lanjut Nur Insan, pelayanan kesehatan di puskesmas berbeda dengan yang ada di rumah sakit (RS). Kata dia, pelayanan kesehatan yang dilakukan puskesmas lebih mengutamakan promosi ksehatan dan pencegahan penyakit.

“Tetapi, di samping itu tidak mengabaikan upaya pengobatan,” tegasnya.

Tujuan utama dari penyediaan fasilitas ambulans pusling, adalah untuk merelisasikan program pelayanan kesehatan berjalan. Sehingga, masyarakat bisa merasa dekat dan mudah untuk memeriksakan kesehatannya.

“Kami harap, pelayanan seperti ini bisa memberikan kepuasan bagi masyarakat,” katanya.

Kepala Puskesmas (Kapus) Bluto dr. Rifmi Utami mengatakan, sangat terbantu dengan adanya hibah mobil ambulans pusling. Karena, kata dia, pelayanan kesehatan yang dilaksanakan bisa berjalan lebih optimal.

“Puskesmas Bluto hanya memiliki satu ambulans. Jadi, dengan adanya hibah ambulans pusling, maka kami bisa lebih leluasa untuk mengadakan kegiatan promosi kesehatan ke desa,” pungkasnya. (bus/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *