Dinilai Lecehkan Atribut PMII, Oknum Dosen IAIN Madura Dituntut Mundur

0
144
PMII
Ratusan mahasiswa saat gelar aksi didepan gedung rektorat IAIN Madura. (RUK/MI)

maduraindepth.com – Tindakan salah satu oknum dosen Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Madura mendapat kecaman dari kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pasalnya oknum dosen tersebut dinilai telah melecehkan atribut PMII.

Dosen yang memiliki nama lengkap Eko Ari Widodo itu terbukti merusak banner posko pendaftaran Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Rayon Fakultas Syari’ah Komisariat PMII IAIN Madura. Setelah melakukan pengrusakan, kemudian dia membuangnya ke tempat sampah pada hari Jum’at (15/11/2019) sore kemarin.

Atas tindakan yang dilakukan oknum dosen itu, ratusan anggota dan kader PMII menggelar aksi di halaman kampus IAIN Madura, Senin (18/11/2019).

Ketua komisariat PMII IAIN Madura Faizal Dzat mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh dosen ASN itu tidak mencerminkan etika yang baik.

“Kelakuan tidak beretika, apa yang menjadi alasan menurunkan bendera organisasi yang menjaga satu kesatuan republik Indonesia.
Aksi massa datang atas dasar sakit hati,” kata pria yang juga sebagai koordinator lapangan (Korlap).

Bahkan, dia menuntut kepada pihak Rektorat kampus untuk mengeluarkan Eko Ari Widodo dari jabatannya sebagai dosen. “Supaya dikeluarkan dari kampus tercinta ini dengan cara apapun itu. Karena telah melakukan tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang dosen filsafat,” tandasnya.

Dalam aksi massa yang dimulai dari pintu keluar terminal Ronggosukowati sampai depan kantor Rektorat IAIN Madura tersebut, ikut hadir mantan ketua komisariat STAIN Pamekasan periode 2016, Ahmad Rofiki MH.

Dia menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Eko Ari Widodo adalah tindakan melawan hukum.

“Kita kesini membawa tuntutan yang harus direspon positif oleh para pemimpin, atas tindakan Pak Ariwidodo yang sudah secara paksa menurunkan banner dan merobeknya dan membuangnya ke tempat sampah. Dan itu perbuatan melawan hukum yang tidak memiliki dasar apapun,” kata pria yang akrab disapa Viki tersebut.

“Beliau pak Ari Widodo bukan pemangku kebijakan kampus ataupun mendapatkan mandat atau instruksi dari pimpinan,” tegasnya.

Disamping itu, ketua PMII Cabang Pamekasan Lian Fawahan juga menyampaikan kritikan pedas. “Ini adalah organisasi, kalau dosen seperti itu masih ada di kampus, kami akan demo setiap hari, atas nama kader PMII Pamekasan, kami sakit hati,” ucapanya dihadapan Ariwidodo, Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2 dan Wakil Rektor 3.

Menanggapi aksi massa tersebut, Eko Ari Widodo menjelaskan bahwa, dia tidak memiliki niat untuk melecehkan organisasi manapun. Selain itu, kata dia, ada prosedur antara organisasi intra kampus dan organisasi ektra kampus.

“Saya sangat menghargai kritik yang disampaikan ke saya. Ternyata kawan-kawan ada yang telah menjadi murid saya, tidak ada niat untuk melecehkan organisasi apapun. Saya itu menurunkan karena begini, ini soal penafsiran, saya menafsirkan, kalau organisasi intra kampus bukan tidak ada, meskipun organisasi ektra kampus itu tidak dilarang, harus ada prosedur yang dipahami, itu organisasi ekstra kampus,” jelas dosen filsafat tersebut.

Sementara itu, Moh Hasan selaku wakil rektor 1 IAIN Madura merespon tindak aksi massa untuk diselesaikan secara aturan di kampus IAIN Madura.

“Pertama, saya tahu persis PMII ini adalah zikir, fikir amal sholeh. Saya tahu persis PMII adalah moderat, saya tahu persis PMII adalah bijak, saya tahu persis PMII adalah orang-orang pintar. Oleh karena itu kita selesaikan persoalan ini secara bijak, walaupun otak kita panas hati kita dingin, saya berharap yang hadir ini adalah kader PMII IAIN Madura. Kalau ini persoalan IAIN mari selesaikan secara aturan IAIN,” ucapnya di hadapan massa. (RUK/MH)